0
News
    Home Berita BPOM Featured Jamur Kesehatan Spesial

    BPOM Bawa Jamu Naik Kelas Jadi Obat Herbal Terstandar, Siap Tembus Pasar AS - Viva

    5 min read

     

    BPOM Bawa Jamu Naik Kelas Jadi Obat Herbal Terstandar, Siap Tembus Pasar AS

    AS, VIVA – Upaya membawa jamu Indonesia ke level kesehatan global kian nyata. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi menyatakan dukungannya terhadap Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) dalam pengembangan Obat Herbal Terstandar (OHT), sekaligus memfasilitasi langkah ekspor jamu ke Amerika Serikat.

    BPOM Tekankan Pentingnya Standar Keamanan di Tengah Tren Kosmetik Lokal

    Inisiatif ini menandai babak baru transformasi jamu nasional—dari produk tradisional berbasis kearifan lokal menjadi alternatif kesehatan yang memenuhi standar ilmiah dan regulasi internasional. Dukungan tersebut disampaikan dalam audiensi resmi BPOM bersama delegasi PPJAI yang dipimpin Ketua Dewan Pembina Mukit Hendrayatno dan Ketua Umum Heri Susanto. Scroll untuk informasi selengkapnya, yuk!

    Audiensi ini merupakan kelanjutan dari misi dagang PPJAI ke Amerika Serikat pada November 2025 lalu, yang telah menjajaki sistem distribusi melalui Amazon Fulfillment Center serta melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar RI. Pasar AS dikenal sangat ketat dalam aspek keamanan, mutu, dan pembuktian ilmiah produk kesehatan, sehingga pendampingan regulator menjadi krusial.

    BPOM Bantah Kecolongan soal Susu Formula Bayi Nestle

    Kepala BPOM Prof. Dr. Taruna Ikrar menegaskan kesiapan lembaganya untuk mengawal proses tersebut hingga sesuai standar otoritas kesehatan Amerika Serikat.

    BPOM Minta Nestlé Indonesia Hentikan Distribusi 2 Batch Susu Formula Bayi, Cek Daftarnya

    “Kami apresiasi langkah PPJAI yang serius mempersiapkan ekspor jamu dengan standar internasional. BPOM siap memberikan pendampingan teknis untuk pengembangan obat herbal terstandar hingga memenuhi persyaratan FDA (Food and Drug Administration),” ujar Taruna Ikrar dalam keterangannya, dikutip Selasa 20 Januari 2026. 

    Dukungan BPOM dinilai sebagai akselerator penting bagi industri jamu. Tidak hanya membuka peluang ekspor, tetapi juga mendorong peningkatan mutu produk melalui riset, standarisasi bahan baku, dan proses produksi yang terukur.

    Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran strategis BPOM, di antaranya Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik (OTSK) Dian Putri Anggraweni serta Direktur Registrasi OTSK Imelda Ester Riana P. Hadir pula delapan pengurus inti PPJAI, termasuk Dewan Pakar, yang menunjukkan keseriusan penyusunan peta jalan ekspor jamu secara komprehensif.

    Dalam audiensi, PPJAI memaparkan lima agenda utama, mulai dari penguatan organisasi pelaku jamu alami, permohonan pendampingan teknis pengembangan OHT, hingga asistensi perizinan FDA. Selain itu, PPJAI juga mendorong Banyumas Raya sebagai pusat hilirisasi susu kambing dan mengundang Kepala BPOM untuk hadir dalam Musyawarah Nasional PPJAI mendatang.

    Ketua Umum PPJAI Heri Susanto menegaskan strategi ekspor jamu dilakukan secara terukur dan berbasis pengalaman langsung di pasar tujuan.

    “Agenda ekspor jamu ke Amerika Serikat kami susun secara bertahap dan berbasis pengalaman langsung di pasar tujuan. Setelah memahami mekanisme distribusi melalui Fulfillment by Amazon serta koordinasi dengan KBRI Washington, fokus berikutnya adalah memastikan seluruh produk memenuhi ketentuan FDA. Upaya ini ditempuh dengan meningkatkan level obat bahan alam menuju obat herbal terstandar agar memiliki nilai tambah dan daya saing global,” bebernya. 

    Sementara itu, Ketua Dewan Pembina PPJAI Mukit Hendrayatno menyoroti kesiapan industri di sisi produksi.

    “Sejumlah anggota PPJAI telah berada pada level produksi yang memadai dengan penerapan standar Good Manufacturing Practice. Dukungan dan pendampingan BPOM akan mempercepat proses sertifikasi, meminimalkan hambatan regulasi, dan memastikan rencana ekspor perdana ke Amerika Serikat dapat segera terwujud,” pungkasnya. 


    Komentar
    Additional JS