0
News
    Home Bencana BUMN Featured Lintas Peristiwa Spesial Sumatera

    BUMN Bangun Hunian Sementara di Aceh Timur, Rumah Transisi untuk Korban Bencana - Merdeka

    5 min read

     

    BUMN Bangun Hunian Sementara di Aceh Timur, Rumah Transisi untuk Korban Bencana

    Tujuan dari pembangunan rumah sementara ini adalah untuk memastikan agar warga yang terdampak dapat segera menempati tempat tinggal yang aman.

    Pembangunan rumah sementara BUMN di Aceh Timur hampir rampung dan siap dihuni korban bencana. (Dok Hutama Karya)

    Pemerintah Indonesia, melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terus melaksanakan pembangunan hunian sementara (huntara) untuk masyarakat yang terkena dampak bencana di Aceh. Setelah menyelesaikan pembangunan rumah sementara di Aceh Tamiang, kini proyek ini berlanjut ke Aceh Timur sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam penanganan pascabencana.

    Tujuan dari pembangunan rumah sementara ini adalah untuk memastikan agar warga yang terdampak dapat segera menempati tempat tinggal yang aman, layak, dan terorganisir selama masa transisi sebelum hunian permanen tersedia.

    PT Hutama Karya (Persero) merupakan salah satu BUMN yang kembali dipercaya untuk melaksanakan proyek ini. Sebelumnya, Hutama Karya telah berhasil menyelesaikan pembangunan rumah sementara di Aceh Tamiang dengan hasil yang memuaskan, baik dari segi kualitas maupun kecepatan pengerjaan.

    Berdasarkan prestasi tersebut, perusahaan ini kembali dilibatkan dalam tahap kedua pembangunan di Aceh Timur. Di wilayah tersebut, Hutama Karya bersama BUMN Karya lainnya akan membangun 45 unit rumah sementara yang tersebar di dua desa.

    Proyek ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal bagi warga yang rumahnya terkena dampak bencana dan memastikan distribusi hunian sementara dapat dilakukan secara merata di wilayah timur Aceh.

    Fasilitas Perumahan

    Pembangunan rumah sementara BUMN di Aceh Timur hampir rampung dan siap dihuni korban bencana. (Dok Hutama Karya)
    Pembangunan rumah sementara BUMN di Aceh Timur hampir rampung dan siap dihuni korban bencana. (Dok Hutama Karya) © 2026 Liputan6.com

    Di Desa Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim, sedang dibangun sebanyak 35 unit rumah di atas lahan seluas sekitar 960 meter persegi. Sementara itu, 10 unit rumah lainnya dibangun di Desa Seumatang, Kecamatan Julok Ulim, dengan luas lahan sekitar 495 meter persegi.

    Seluruh unit hunian ini dirancang bukan sekadar sebagai tempat tinggal sementara, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung kehidupan sehari-hari masyarakat selama masa pemulihan. Fasilitas umum yang dibangun mencakup toilet, musala, dan dapur umum yang sangat diperlukan.

    Keberadaan fasilitas-fasilitas ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas sosial secara normal, meskipun mereka masih berada dalam kondisi pascabencana. Lingkungan hunian sementara juga dirancang agar tetap nyaman dan fungsional bagi penghuninya.

    "Hingga pertengahan Januari 2026, progres pembangunan rumah sementara di kedua desa tersebut telah mencapai 97 persen," ungkap Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, dalam keterangannya, Jumat (16/1/2025).

    Dampak Ekonomi Bagi Masyarakat

    Mardiansyah mengungkapkan bahwa semua struktur bangunan utama telah selesai dikerjakan. Saat ini, proyek pembangunan telah memasuki tahap akhir yang mencakup proses finishing dan perapihan, sebelum hunian tersebut dinyatakan siap untuk digunakan.

    Selain berfungsi sebagai tempat tinggal sementara, proyek ini juga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat sekitar. Pembangunan ini melibatkan tenaga kerja lokal, yang berarti turut membuka peluang pekerjaan selama masa pengerjaan berlangsung.

    Setelah semua pekerjaan selesai, pemerintah daerah akan mengkoordinasikan pemanfaatan rumah sementara tersebut agar dapat segera dihuni oleh warga yang membutuhkan.

    Pembangunan rumah sementara oleh BUMN ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana, yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga memperhatikan pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak.


    Komentar
    Additional JS