0
News
    Home Featured Pesawat ATR Spesial

    Delapan Sampel Keluarga Korban Pesawat ATR Telah Dikumpulkan - RRI

    3 min read

     

    Delapan Sampel Keluarga Korban Pesawat ATR Telah Dikumpulkan

    Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Suiranoto menjelaskan tentang proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Media Center Biddokkes Polda Sulsel, Makassar, Senin, 19 Januari 2026 (Foto: RRI/Saripuddin)

    RRI.CO.ID, Makassar - Tim DVI Biddokkes Polda Sulawesi Selatan, telah mengambil keterangan dan sampel keluarga delapan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Pengambilan sampel keluarga korban dibantu tim DVI Pusdokkes Polri dan Pusident Bareskrim Polri.

    Pengambilan sampel keluarga guna pencocokan DNA dengan korban, sebagai bagian dari proses identifikasi. Ini diungkapkan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto di Polda Sulsel, Makassar, Senin, 19 Januari 2026.

    Didik mengatakan, seluruh proses identifikasi korban dilakukan secara bertahap dan mengikuti prosedur standar penanganan korban kecelakaan transportasi udara. "Polda Sulsel mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk memastikan proses identifikasi korban berjalan cepat, akurat," katanya. 

    Tim DVI mengumpulkan data awal dari sebagian besar keluarga korban kecelakaan pesawat tersebut. Data yang dikumpulkan tidak hanya sampel DNA, tetapi juga data pendukung lainnya. 

    Selain DNA, data-data lainnya, termasuk data-data administrasi yang dimiliki oleh korban dikumpulkan. Masih ada dua keluarga korban yang belum menjalani pengambilan data ante mortem, saat ini masih dalam proses penjadwalan.

    “Kemudian yang dua, ini masih menyusul, karena total dari korban sesuai dengan manifest perusahaan penerbangan. Juga hasil keterangan Kementerian Perhubungan Udara ada 10 korban, jadi tujuh kru pesawat dan tiga penumpang,” ujar Didik. 

    Ia menjelaskan, tahapan selanjutnya setelah pengumpulan data ante mortem adalah pemeriksaan post-mortem terhadap korban yang ditemukan. "Kemudian setelah melaksanakan tes atau pengumpulan data ante mortem korban, lalu melaksanakan tes post-mortem," ucapnya.

    "Ini bisa kita lakukan setelah nanti penyerahan dari tim pencarian dan pertolongan operasi gabungan unsur SAR dipimpin Basarnas. Tim akan menyerahkan hasil pencarian itu, baik itu berupa jasad korban atau tubuh korban atau barang-barang lainnya,” katanya.

    Setelah seluruh data ante mortem dan post-mortem terkumpul, tim DVI akan melakukan proses pencocokan secara menyeluruh. "Proses pencocokan tersebut menjadi dasar utama dalam memastikan identitas korban secara ilmiah dan akurat," ujarnya. 

    Hasil pencocokan data korban dan keluarga akan diumumkan ke publik. "Kesesuaian data menjadi kunci sebelum identitas korban diumumkan secara resmi kepada publik dan keluarga," ucapnya.

    "Hasil identifikasi ini juga dapat dimanfaatkan oleh pihak keluarga korban untuk kepentingan lanjutan," katanya. "(Contohnya) seperti pengurusan asuransi dan administrasi lainnya”. 

    Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026 siang. Pesawat yang mengangkut 11 orang tersebut hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.

    Produsen pesawat asal Perancis, ATR menyampaikan, fokus utama saat ini adalah para kru dan penumpang yang menjadi korban. Mereka juga mendukung proses investigasi hilangnya kontak tersebut.



    Komentar
    Additional JS