0
News
    Home Berita Featured Lintas Peristiwa Pesawat ATR Spesial Tim SAR

    Detik-detik Tim SAR Temukan Dompet Korban Pesawat ATR 42-500, Ada Foto Istri dan Sejumlah Uang - Tribunnews

    9 min read

     

    Detik-detik Tim SAR Temukan Dompet Korban Pesawat ATR 42-500, Ada Foto Istri dan Sejumlah Uang

    Dompet korban pesawat ATR 42-500 ditemukan oleh Tim SAR, berisi foto istri dan uang, suasana haru pecah.

    Ringkasan Berita:
    • Pencarian korban ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung memasuki hari keempat dengan 1.200 personel SAR dan relawan.
    • Tim menemukan dompet penumpang bernama Hariyadi berisi uang tunai dan foto istrinya, mengundang haru.
    • Roda pesawat yang patah juga ditemukan, memperkuat petunjuk lokasi jatuhnya pesawat.

    TRIBUNNEWSMAKER.COM - Suasana haru menyelimuti proses evakuasi bangkai pesawat ATR 42-500 saat Tim SAR menemukan sebuah dompet milik salah satu penumpang di lokasi jatuhnya pesawat.

    Di dalam dompet tersebut tersimpan foto istri korban, sejumlah uang tunai, serta kartu identitas yang menjadi petunjuk penting dalam proses identifikasi.

    Temuan itu menjadi momen paling emosional bagi petugas sekaligus mengungkap sisi manusiawi dari tragedi penerbangan yang menewaskan puluhan penumpang.

    Baca juga: Usai Perjuangan Panjang di Jalur Camba, Korban Pertama ATR 42-500 Dievakuasi, 81 Km dari Makassar

    Tim SAR Temukan Dompet Penumpang Pesawat ATR 42-500

    Update terbaru pencarian penumpang pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

    Selasa (20/1/2026), pencarian memasuki hari keempat.

    1200 tim SAR dan relawan turun dalam aksi kemanusiaan.

    Tim SAR gabungan menemukan dompet penumpang hari ini.

    Salah satu dompet berisi identitas atas nama Hariyadi kelahiran Karanganyar 5 Desember 1979.

    KECELAKAAN PESAWAT - Dompet korban penumpang pesawat ATR 42-500 ditemukan, berisi foto istri dan uang, suasana haru pecah.
    KECELAKAAN PESAWAT - Dompet korban penumpang pesawat ATR 42-500 ditemukan, berisi foto istri dan uang, suasana haru pecah. (Dok./TribunTimur)

    Dompet berisi uang tunai.

    Ada pula foto sang istri tercinta di dalam dompet.

    Tim SAR gabungan juga menemukan roda pesawat di lereng Gunung Bulusaraung.

    Roda itu patah dengan bagian pesawat.

    PESAWAT JATUH -  Franky D Tanamal crew pesawat ATR 42-500. Franky D Tanamal batal berangkat menggunakan pesawat  ATR 42-500.
    PESAWAT JATUH - Franky D Tanamal crew pesawat ATR 42-500. Franky D Tanamal batal berangkat menggunakan pesawat ATR 42-500. (Tribun Timur/Facebook Gemilang Jaya Ban)

    Keajaiban Nasib Franky D Tanamal, Teknisi ATR 42-500 Selamat Meski Namanya Ada di Manifes Penumpang

    Keajaiban menimpa Franky D. Tanamal, teknisi pesawat ATR 42-500, yang selamat dari kecelakaan maut.

    Meski namanya tercantum dalam daftar manifes penumpang, Franky D. Tanamal tidak ikut dalam penerbangan naas tersebut.

    Keluarga dan rekan-rekannya masih terkejut dan bersyukur atas keselamatannya yang tak terduga.

    Teknisi pesawat, Franky D Tanamal selamat dari maut

    Fakta baru terungkap dalam tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

    Teknisi pesawat, Franky D Tanamal dilaporkan luput dari musibah maut yang terjadi pada Sabtu (17/1/2026) tersebut, meskipun namanya telah tercantum secara resmi di dalam daftar manifes penumpang.

    Kabar selamatnya teknisi ini menjadi perhatian di tengah proses evakuasi yang sedang berlangsung.

    Diketahui, Franky seharusnya ikut serta dalam penerbangan rute Yogyakarta menuju Makassar. 

    Namun, ia dipastikan tidak berada di dalam pesawat saat insiden hilang kontak dan kecelakaan itu terjadi.

    Keajaiban nasib teknisi ini terungkap melalui keterangan rekannya, Rumoton Sitanggang.

    Alasan Franky D Tanamal tidak ikut dalam penerbangan

    Alasan utama Franky tidak ikut dalam penerbangan tersebut adalah karena adanya urusan pelayanan ibadah. 

    Ia diketahui telah meminta izin kepada atasannya untuk tetap tinggal demi menjalankan kegiatan di gereja pada hari keberangkatan tersebut.

    Izin yang diberikan oleh komandannya tepat sebelum pesawat tinggal landas menjadi faktor yang menyelamatkan nyawanya.

    "Kebetulan teknisinya teman saya yang luput dari musibah ini. Ia izin ke komandannya tidak ikut terbang karena ada pelayanan di gereja saat itu," ujar Rumoton.

    Rumoton juga mengunggah rasa syukurnya melalui akun media sosial Gemilang Jaya Ban.

    Ia menyebut bahwa keselamatan temannya tersebut merupakan cara Tuhan yang tidak terselami.

    "Puji Tuhan atas segala kemurahannya. Sobatku luput dari musibah ini. Kami sama-sama melayani umat Tuhan untuk beribadah pagi ini. Itulah cara Tuhan tidak terselami," tulisnya.

    Sebagaimana diketahui, pesawat dengan nomor registrasi PK-THT tersebut kemudian dilaporkan mengalami kecelakaan di medan ekstrem pegunungan Sulawesi Selatan.

    Direktur Utama PT Indonesia Air Transport (IAT), Tri Adi Wibowo, mengonfirmasi adanya perbedaan data antara manifes awal dengan jumlah kru yang benar-benar berada di dalam pesawat (on-board).

    Ia menjelaskan bahwa dari manifes yang beredar, hanya tujuh orang kru yang bertugas di dalam penerbangan tersebut, sementara beberapa nama lain, termasuk sang teknisi, batal berangkat.

    PESAWAT JATUH - Pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT Indonesia Air Transport.
    PESAWAT JATUH - Pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT Indonesia Air Transport. (Dok./Flickr/tomorixwb)

    Hingga saat ini, proses pencarian di lokasi jatuhnya pesawat masih dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan.

    Dua orang korban telah ditemukan, terdiri dari seorang laki-laki di kedalaman 200 meter dan seorang perempuan di kedalaman 500 meter.

    Medan yang terjal hampir tegak lurus dan cuaca buruk di Gunung Bulusaraung masih menjadi tantangan bagi 1.200 personel dalam mengevakuasi seluruh awak dan penumpang yang tersisa.

    Profil Teknisi yang Selamat

    Teknisi yang luput dari musibah ini bernama Franky D Tanamal. Ia merupakan staf teknis di PT Indonesia Air Transport (IAT).

    Di lingkungan pertemanannya, Franky dikenal sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan keagamaan.

    Meskipun namanya sempat terdaftar bersama kru lainnya seperti Capt Andi Dahananto dan Co-Pilot Farhan Gunawan, Franky kini dipastikan dalam kondisi sehat.

    Keputusannya untuk izin tidak mengikuti penerbangan demi pelayanan gereja telah mengubah garis nasibnya dalam tragedi jatuhnya pesawat di wilayah Kabupaten Pangkep tersebut.

    (TribunNewsmaker.com/TribunTimur)


    Komentar
    Additional JS