0
News
    Home Berita Featured Keracunan Makan Bergizi Gratis Spesial

    Diduga Keracunan, Ratusan Siswa di SMKN 3 Boyolangu Diare Usai Santap MBG - Viva

    6 min read

     

    Diduga Keracunan, Ratusan Siswa di SMKN 3 Boyolangu Diare Usai Santap MBG


    Tulungagung, VIVA – Ratusan siswa SMK Negeri 3 Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur, dilaporkan mengalami diare, diduga setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah tersebut sehari sebelumnya.

    Cara YSPN Beri Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah di Tasikmalaya

    Akibat kejadian itu pihak sekolah memulangkan seluruh siswa lebih awal agar mendapatkan penanganan medis.

    Wakil Kepala SMKN 3 Boyolangu Bidang Kesiswaan Yuga Hermawan mengatakan dugaan gangguan kesehatan itu mulai terdeteksi pada Selasa pagi, setelah sejumlah siswa terlambat masuk kelas dan mengeluhkan diare.

    32.000 Pegawai SPPG jadi PPPK pada 1 Februari 2026

    Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terdiri dari nasi, ayam dan sayur

    Photo :
    • Ist

    "Awalnya ada beberapa siswa yang terlambat masuk kelas dan dibawa ke ruang kesiswaan. Setelah dimintai keterangan, mereka mengeluh mengalami diare dan harus antre di toilet," kata Yuga seperti dilansir dari Antara, Selasa, 20 Januari 2026.

    Kasus Adu Jotos Guru dan Siswa di Jambi Berujung Saling Lapor Polisi

    Keluhan serupa kemudian disampaikan siswa lain yang mendatangi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk meminta obat.

    Berdasarkan pendataan sementara, tercatat sebanyak 123 siswa SMKN 3 Boyolangu mengalami diare dengan gejala yang sama.

    Yuga menyebutkan para siswa menduga gangguan kesehatan itu berkaitan dengan menu MBG yang dikonsumsi pada Senin pagi. Gejala diare mulai dirasakan sekitar 12 jam setelah makanan dikonsumsi.

    "Menu MBG dikonsumsi siswa sekitar pukul 08.00 WIB dan keluhan diare mulai muncul sekitar pukul 20.00 WIB. Sementara guru yang mengonsumsi MBG siang hari baru merasakan gejala dini hari," ujarnya.

    Ia menambahkan sekitar 80 persen siswa dan tenaga pendidik di sekolah tersebut mengeluhkan kondisi serupa, termasuk dirinya.

    Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mutiara Rawa Selatan Moyoketen selaku penyedia MBG. Sebagai langkah antisipasi, penyedia MBG menarik seluruh menu yang telah didistribusikan pada hari itu.

    Suasana dapur MBG di Brebes saat akan menyiapkan untuk disalurkan ke sekolah

    Photo :
    • tvOne

    Pihak sekolah juga memutuskan memulangkan siswa lebih awal agar yang sakit dapat segera mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan.

    "Saat ini kami masih melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan wali murid terkait kemungkinan adanya siswa yang menjalani perawatan medis," kata Yuga.


    Komentar
    Additional JS