0
News
    Home Berita Featured Kesehatan Pubertas Pubertas Dini Spesial Tips & Tricks

    Dokter Ungkap Tanda-tanda Pubertas Dini pada Anak yang Memerlukan Pemeriksaan Medis - Kompas

    4 min read

     

    Dokter Ungkap Tanda-tanda Pubertas Dini pada Anak yang Memerlukan Pemeriksaan Medis



    Kompas.com, 9 Januari 2026, 12:25 WIB

    KOMPAS.com - Pubertas dini pada anak bisa memengaruhi perkembangan fisik dan emosional mereka, sehingga penting bagi orangtua untuk mengetahui kapan tanda-tanda pubertas dini membutuhkan perhatian medis.

    Profesor Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus ahli endokrinologi anak, Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, Subsp. End., FAAP, FRCPI (Hon.), menjelaskan bahwa pubertas dini bisa terjadi pada anak perempuan sebelum usia 8 tahun dan pada anak laki-laki sebelum usia 9 tahun, yang seharusnya sudah menjadi perhatian orangtua.

    Tanda pubertas dini yang perlu diwaspadai

    Menurut Prof. Aman Pulungan, tanda utama pubertas dini pada anak perempuan adalah pembesaran payudara, sementara pada anak laki-laki ditandai dengan pembesaran testis atau buah zakar.

    “Jika perubahan fisik seperti pembesaran payudara pada anak perempuan atau testis pada anak laki-laki terjadi sebelum usia yang seharusnya, itu adalah tanda pubertas dini yang perlu diperiksakan,” ujarnya saat diwawancarai Kompas.com pada Selasa (6/1/2026).

    Balas Surat Putin, Kim Jong Un: Apa yang Kau Butuh Ku Berikan

    Usia yang tidak sesuai dengan perkembangan

    Prof. Aman Pulungan menjelaskan bahwa jika tanda pubertas muncul lebih cepat dari usia yang normal, maka itu perlu mendapatkan perhatian medis.

    “Pubertas pada anak perempuan seharusnya dimulai antara usia 8 hingga 13 tahun, dan pada anak laki-laki antara usia 9 hingga 14 tahun,” katanya.

    Jika tanda pubertas muncul lebih awal dari usia tersebut, orangtua harus segera membawa anak untuk pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.

    Mengapa deteksi dini sangat penting?

    Ilustrasi anak sakit. Mengenali tanda pubertas dini pada anak sejak awal sangat penting untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat dan menghindari dampak kesehatan yang lebih serius.
    Lihat Foto

    Prof. Aman Pulungan menekankan bahwa deteksi dini sangat penting karena pubertas dini bisa berdampak pada pertumbuhan fisik anak, seperti tinggi badan yang terhambat.

    “Pubertas dini dapat mempercepat pematangan tulang, yang mengakibatkan pertumbuhan tubuh terhenti lebih cepat, menyebabkan anak lebih pendek di usia dewasa,” jelasnya.

    Pemeriksaan medis yang tepat membantu menentukan apakah pubertas dini disebabkan oleh faktor normal atau gangguan medis yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

    Pemeriksaan yang diperlukan

    Prof. Aman Pulungan menjelaskan bahwa pemeriksaan yang dilakukan biasanya meliputi pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah untuk melihat aktivitas hormon, serta penilaian usia tulang.

    “Pemeriksaan darah dan usia tulang sangat penting untuk mengevaluasi apakah hormon pubertas telah aktif lebih awal,” katanya.

    Selain itu, jika diperlukan, pemeriksaan pencitraan seperti MRI atau USG juga bisa dilakukan untuk memeriksa kemungkinan adanya gangguan patologis seperti tumor.

    Kapan terapi diperlukan?

    Jika pubertas dini sudah memenuhi indikasi medis, Prof. Aman Pulungan menyarankan agar anak mendapatkan terapi penunda pubertas untuk menghindari dampak negatif jangka panjang.

    “Terapi hormonal atau penunda pubertas sudah terbukti aman secara ilmiah, tetapi harus dilakukan di bawah pengawasan dokter spesialis,” ujarnya.

    Terapi ini bertujuan untuk memberi waktu lebih bagi tubuh anak untuk berkembang secara normal sebelum memasuki fase pubertas penuh.

    Menurutnya, orangtua harus lebih peka terhadap perubahan fisik anak dan segera berkonsultasi dengan dokter jika merasa ada yang tidak sesuai dengan perkembangan anak.

    “Orangtua perlu mengamati perubahan fisik dan tanda-tanda pubertas yang muncul pada anak, terutama jika terjadi lebih cepat dari usia normal,” katanya.

    Jika pubertas dini tidak segera ditangani, dapat berdampak pada kualitas hidup anak, baik fisik maupun psikologis.

    Deteksi dini pubertas dini sangat penting untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap kesehatan anak, terutama dalam hal pertumbuhan dan perkembangan psikologis.

    Prof. Aman Pulungan mengingatkan bahwa orangtua harus segera membawa anak ke dokter jika menemukan tanda-tanda pubertas dini untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

    Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang
    Komentar
    Additional JS