0
News
    Home Berita Featured Lebaran POLRI Spesial WFA

    Efektif Saat Nataru, WFA Disiapkan Polri untuk Lebaran - Beritasatu

    2 min read

     

    Efektif Saat Nataru, WFA Disiapkan Polri untuk Lebaran

    Minggu, 4 Januari 2026 | 21:45 WIB
    SW
    DM
    Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan pihaknya bersama para pemangku kepentingan terkait akan mengkaji penerapan WFA sebagai salah satu strategi pengendalian lalu lintas pada pelaksanaan Operasi Ketupat. (Beritasatu.com/Stefani Wijaya)

    Jakarta, Beritasatu.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengevaluasi kebijakan work from anywhere (WFA) yang dinilai efektif dalam mengurai kepadatan lalu lintas selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kebijakan tersebut kini dipertimbangkan untuk diterapkan kembali pada arus mudik dan arus balik Lebaran mendatang.

    Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan pihaknya bersama para pemangku kepentingan terkait akan mengkaji penerapan WFA sebagai salah satu strategi pengendalian lalu lintas pada pelaksanaan Operasi Ketupat.

    BACA JUGA

    Menpar: Kebijakan WFA Perluas Pergerakan Wisatawan pada Libur Nataru

    “Jadi contohnya, kami sudah bincang-bincang dengan Pak Menteri Perhubungan. Nanti pada saat Operasi Ketupat pun kita pikirkan hari-hari apa diberlakukan work from anywhere,” katanya saat ditemui di Pos Polisi Sentul Selatan, Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/1/2026).

    Menurut Agus, selain WFA, pembatasan kendaraan sumbu tiga juga menjadi kebijakan penting dalam menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas, khususnya pada periode libur panjang nasional.

    “Kita pastikan kendaraan itu berkeselamatan, jalannya berkeselamatan, termasuk pengemudinya juga. Ini bagian dari dinamika pengelolaan arus mudik dan arus balik, baik saat Nataru maupun kesiapan menghadapi Operasi Lebaran,” ujarnya.

    BACA JUGA

    Kebijakan WFA Diharapkan Urai Puncak Arus Mudik Nataru

    Agus menjelaskan kebijakan WFA sejatinya merupakan bagian dari kajian jangka panjang untuk mengurai lonjakan volume kendaraan. Dengan pengaturan waktu kerja yang lebih fleksibel, arus perjalanan masyarakat dapat tersebar dan tidak menumpuk pada waktu tertentu.

    “Dengan WFA, kita bisa memprediksi kapan arus terurai. Traffic counting di jalan juga bisa lebih dikendalikan,” jelasnya.

    Korlantas Polri berharap, kombinasi kebijakan WFA, pembatasan kendaraan berat, serta rekayasa lalu lintas yang tepat dapat semakin meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini.

    Komentar
    Additional JS