Erdogan Tegaskan Turki Siap Mainkan Peran dalam Redakan Ketegangan AS-Iran - SindoNews
Erdogan Tegaskan Turki Siap Mainkan Peran dalam Redakan Ketegangan AS-Iran
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Jum'at, 30 Januari 2026 - 19:14 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto/anadolu
ANKARA - Turki siap mengambil peran fasilitator antara Iran dan Amerika Serikat untuk membantu meredakan ketegangan. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan hal itu kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dalam percakapan telepon.
Kedua pemimpin tersebut telah membahas meningkatnya risiko keamanan yang berasal dari eskalasi baru-baru ini di kawasan itu, kata kantor Erdogan.
Erdogan mengatakan kepada Pezeshkian bahwa ia akan menerima Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Ankara pada Jumat sore (30/1/2026).
Sementara itu, Ali Shamkhani, pejabat keamanan tinggi dan perwakilan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Dewan Pertahanan Tertinggi yang baru dibentuk, mengatakan Teheran akan segera menanggapi keputusan Uni Eropa (UE) untuk menetapkan Korps Garda Revolusi Islam sebagai organisasi "teroris".
Dalam unggahan di X pada hari Jumat, Shamkhani mengkritik pemerintah Barat, mengatakan mereka "menggunakan" daripada mendefinisikan "terorisme".
Ia menuduh AS dan Eropa menerapkan standar ganda, merujuk pada dukungan mereka terhadap perang genosida Israel di Gaza sementara menyebut perjuangan IRGC melawan kelompok bersenjata ISIL (ISIS) sebagai "terorisme".
Shamkhani mengatakan keputusan Uni Eropa menunjukkan bagaimana konsep "terorisme" telah "menyimpang", menambahkan tindakan balasan Iran akan "segera".
Shamkhani pernah menjabat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dari tahun 2013 hingga 2023.
Baca juga: Trump: Putin akan Hentikan Serangan ke Kiev selama Seminggu
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Presiden AS Donald Trump Tolak Rencana Israel Menyerang Iran