FIFA Diminta Usir Amerika Serikat dari Piala Dunia 2026, Politisi Inggris Soroti Peran Trump - Radar Tuban
RADARTUBAN - Isu FIFA usir Amerika Serikat dari Piala Dunia 2026 mencuat setelah sekelompok politisi Inggris lintas partai mengajukan mosi resmi di parlemen terkait peran Amerika Serikat sebagai tuan rumah dan peserta turnamen tersebut.
Amerika Serikat dijadwalkan menjadi salah satu tuan rumah utama Piala Dunia 2026, bersama Kanada dan Meksiko, dengan mayoritas pertandingan digelar di wilayah AS.
Dari total 104 laga yang akan dimainkan, sebanyak 78 pertandingan, termasuk seluruh fase gugur, direncanakan berlangsung di Amerika Serikat.
Namun, rencana besar Piala Dunia 2026 itu kini menghadapi sorotan tajam akibat situasi politik internasional yang melibatkan pemerintahan Presiden Donald Trump.
Mosi Lintas Partai di Parlemen Inggris
Sebanyak 23 anggota parlemen Inggris dari Partai Buruh, Demokrat Liberal, Partai Hijau, dan Plaid Cymru menandatangani mosi yang menyerukan agar badan olahraga internasional mengevaluasi posisi Amerika Serikat.
Para politisi Inggris tersebut menilai ajang olahraga global tidak boleh dijadikan sarana pembenaran atas dugaan pelanggaran hukum internasional.
Dalam dokumen mosi tersebut disebutkan bahwa ajang olahraga besar “tidak seharusnya digunakan untuk melegitimasi atau menormalisasi pelanggaran hukum internasional oleh negara-negara kuat”.
Pernyataan itu menjadi dasar tuntutan agar FIFA usir Amerika Serikat dari peran strategis di turnamen sepak bola terbesar dunia.
Sorotan pada Aksi Amerika Serikat terhadap Venezuela
Mosi parlemen itu secara khusus menyoroti eskalasi tindakan Amerika Serikat terhadap Venezuela dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satu poin yang disorot adalah operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika Serikat di Caracas.

Para politisi Inggris menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap prinsip hukum internasional.
Sejak peristiwa itu, Presiden Donald Trump dan sejumlah pejabat senior AS juga melontarkan pernyataan kontroversial terkait kemungkinan intervensi ke negara lain.
Trump bahkan kembali menyatakan keinginannya untuk “mengakuisisi” Greenland, wilayah otonomi milik Denmark.
Hubungan Trump dan FIFA Jadi Sorotan
Situasi ini menjadi semakin kontroversial karena FIFA sebelumnya memberikan penghargaan Peace Prize perdana kepada Donald Trump.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara undian Piala Dunia 2026 di Washington, dengan alasan Trump dianggap berkontribusi dalam meredakan konflik global.
Namun, keputusan FIFA itu menuai kritik karena dinilai tidak sejalan dengan perkembangan politik terbaru Amerika Serikat.
Dorongan agar FIFA usir Amerika Serikat dinilai akan mengguncang persiapan turnamen jika benar-benar diterapkan.
Dampak Besar bagi Piala Dunia dan Olimpiade
Jika tuntutan tersebut ditindaklanjuti, maka Piala Dunia 2026 berpotensi mengalami kekacauan besar hanya beberapa bulan sebelum kick-off.
Meski demikian, hubungan dekat antara Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino membuat langkah tersebut dianggap kecil kemungkinannya.
Meski FIFA dinilai enggan bertindak, tekanan dari politisi Inggris membuka peluang bagi badan olahraga internasional lain untuk mengambil sikap.
Kondisi ini juga memunculkan pertanyaan mengenai kelayakan Los Angeles sebagai tuan rumah Olimpiade 2028.
Hingga kini, FIFA belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan agar FIFA usir Amerika Serikat, sementara diskusi di tingkat politik internasional masih terus bergulir. (*)