0
News
    Home Berita Featured Gas Nagan Raya Spesial

    Gelembung Gas di Nagan Raya Tak Berbahaya dan Tidak Bernilai Ekonomis - Beritasatu.com

    2 min read

     

    Gelembung Gas di Nagan Raya Tak Berbahaya dan Tidak Bernilai Ekonomis

    Rabu, 7 Januari 2026 | 09:19 WIB
    B
    SM
    Tim BPMA meninjau kemunculan gelembung gas di Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Selasa (6/12/2026). (Beritasatu.com/Basriadi)

    Nagan Raya, Beritasatu.com – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menyatakan gelembung gas yang muncul di Gampong (Desa) Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh tidak berbahaya dan tak memiliki nilai ekonomis.

    “Sudah kami lakukan pengecekan menggunakan multigas detektor, dan hasilnya tidak ditemukan kandungan H2S maupun gas berbahaya lainnya,” kata Kepala BPMA Aceh Nasri Djalal saat meninjau langsung lokasi munculnya gelembung gas di Gunong Cut, Selasa (6/1/2026).

    Tim BPMA bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh serta Pemerintah Kabupaten Nagan Raya turun langsung ke Gunong Cut untuk menyelidiki gelombang gas tersebut. Tujuannya,  untuk memastikan apakah gas yang keluar tersebut mengandung zat berbahaya atau tidak.

    Baca Juga: Fenomena Gelembung Gas Muncul dari Tanah Hebohkan Nagan Raya Aceh

    Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan di sejumlah titik lokasi gelembung gas guna mengetahui luas sebaran gas serta potensi keberadaan gas alam di kawasan tersebut.

    Nasri Djalal menyampaikan hasil pengecekan awal ditemukan ada lebih dari 20 titik gelembung diduga merupakan gas rawa yang biasanya bersifat dangkal dan tidak bernilai ekonomis.

    “Nanti akan kami lakukan pengecekan menyeluruh menggunakan alat analisis komposisi gas, apakah pelamparan ini merupakan gas rawa atau memang ada potensi gas. Biasanya gas rawa volumenya kecil dan tidak ekonomis atau tidak banyak,” jelas Nasri.

    Baca Juga: Emil Dardak Ungkap Potensi Gas Bumi Dongkrak Industri Jatim

    Di lokasi, BPMA juga telah melakukan pemeriksaan kandungan gas untuk memastikan ada atau tidaknya unsur berbahaya.

    Sementara itu, Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan mengatakan meskipun gas tersebut tidak berbahaya, pemerintah tetap mengimbau masyarakat agar sementara waktu tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi, sambil menunggu hasil penelitian lanjutan.

    Pemerintah Kabupaten Nagan Raya juga akan menunggu hasil pemeriksaan menyeluruh terkait fenomena kemunculan gas tersebut.

    “Kami mendorong Pemerintah Aceh untuk segera menurunkan tim ahli guna meneliti lebih lanjut apakah gas ini memiliki nilai ekonomis dan dapat dikembangkan ke depannya,” ujarnya.
     

    Komentar
    Additional JS