Gempa Pacitan Bikin Genting SD di Trenggalek Rontok, Sejumlah Siswa Terluka - Liputan6
Gempa Pacitan Bikin Genting SD di Trenggalek Rontok, Sejumlah Siswa Terluka
Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, melaporkan adanya dampak ringan akibat gempa Pacitan, berupa rontoknya atap genting di SDN 3 Pogalan serta di wilayah Kecamatan Dongko.
"Peristiwa tersebut menyebabkan beberapa siswa dan pegawai mengalami luka ringan," kata Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Triadi Atmono. Dikutip dari Antara, Selasa (27/1/2026).
Di Pacitan, BPBD setempat melakukan pemantauan usai gempa magnitudo 5,5 dan diperbarui menjadi 5,7. Hingga beberapa jam setelah gempa, belum menerima laporan kerusakan akibat gempa tersebut.
Warga yang berada di perkantoran dan fasilitas umum dilaporkan sempat keluar bangunan untuk mengamankan diri.
Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan dan koordinasi dengan seluruh kecamatan serta sejumlah desa untuk memastikan dampak gempa di wilayah tersebut.
“Berdasarkan hasil komunikasi dengan Kasi Sosial dan Ketenteraman di seluruh kecamatan serta laporan sampel dari beberapa desa, hingga saat ini tidak ada laporan kerusakan,” kata Erwin.
Dia menambahkan proses pendataan masih terus dilakukan bersama jejaring BPBD di tingkat kecamatan dan desa. Oleh karena itu data bersifat sementara dan dapat berkembang sesuai hasil pemantauan lanjutan.
“Pemantauan terus kami lakukan. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari lembaga pemerintah,” ujarnya.
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami dan hingga siang hari belum terpantau adanya gempa susulan.
Meski tidak menimbulkan kerusakan di Pacitan, guncangan gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah daerah di Jawa Timur dan sekitarnya.
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung Sudarmaji menyatakan pihaknya masih melakukan pendataan lanjutan terhadap dampak gempa di wilayahnya, dan belum menerima laporan kerusakan berat.
Aktivitas warga di sejumlah lokasi sempat terhenti sesaat akibat guncangan gempa.