Harga Emas Dunia Hari Ini Tembus $5.000, Rekor Tertinggi! - Tirto
Harga Emas Dunia Hari Ini Tembus $5.000, Rekor Tertinggi!
Cek harga emas dunia hari ini yang mencapai $5.000 (Rp83,89 juta) per troy ons. Ini merupakan harga emas dunia tertinggi sepanjang sejarah.


tirto.id - Harga emas dunia hari ini, Senin, 26 Januari 2026 tembus $5.000 atau Rp83,89 juta per troy ons. Ini adalah pertama kalinya harga emas dunia diperdagangkan di angka tersebut.
Dalam kurun waktu satu minggu saja, emas naik lebih dari 8 persen, mencatat kinerja mingguan terbaik sejak masa krisis COVID-19 pada 2020.
Selain emas, perak juga menunjukkan peningkatan harga. Untuk pengiriman Maret, perak diperdagangkan di atas $104 atau Rp1,74 juta per troy ons. Ini adalah lonjakan lebih tajam daripada emas karena kenaikannya sekitar 14,5 persen dalam sepekan.
Naiknya harga emas maupun perak dunia hari dalam kurun waktu satu pekan saja mencerminkan antusiasme investor yang sangat tinggi.
Kenapa Harga Emas dan Perak Dunia Hari Ini Naik?
Para pengamat pasar yang sejak lama mendukung investasi emas dan perak sebenarnya telah lama memprediksi kenaikan harga emas dan perak dunia ini.
Menurut mereka, melemahnya kepercayaan terhadap mata uang kertas (fiat money) akibat utang negara yang membengkak dan kebijakan ekonomi yang tidak stabil akan mendorong lonjakan permintaan global terhadap aset “uang keras” seperti emas dan perak.
Pandangan ini disampaikan oleh Stephen Innes dari SPI Asset Management, seperti diberitakan laman Morning Star, yang menilai emas dan perak kini dipilih investor sebagai simbol kestabilan di tengah ketidakpastian.
Dalam 12 bulan terakhir, kedua logam mulia tersebut mengalami kenaikan sangat tajam yang banyak dipicu oleh kebijakan dan langkah politik Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Kondisi inilah yang mendorong harga emas akhirnya menembus $5.029 per ons, sedangkan perak lebih dulu mencetak sejarah dengan menembus $100 per ons.
Isu-isu global seperti penangkapan Presiden Venezuela, konflik Iran, keinginan Trump kuasai Greenland, terancamnya indepensi Bank Sentral, dan lainnya dianggap mampu menciptakan gejolak harga jangka pendek.
Dalam suasana seperti ini, emas dan perak menjadi sangat menarik karena keduanya dipandang sebagai aset aman (safe‑haven assets). Investor mengalihkan dananya dari instrumen yang lebih berisiko seperti saham, dan memilih logam mulia yang cenderung mempertahankan nilainya saat terjadi guncangan global.
Ke depan, banyak analis menilai tren jangka panjang emas tetap kuat, meskipun harga saat ini sudah sangat tinggi dan banyak investor tertarik. Ketahanan tren ini terlihat dari bagaimana harga emas tetap stabil atau hanya terkoreksi ringan meskipun ada fluktuasi pasar jangka pendek.
Selama harga tidak jatuh tajam, arah besar emas masih dianggap positif karena terus dibeli oleh investor global.
Selain emas, perak juga masih memiliki potensi untuk naik lebih lanjut, namun para ahli juga memberi peringatan. Kenaikan perak selama beberapa waktu terakhir terjadi sangat cepat, sehingga harganya bisa menjadi terlalu panas dan lebih rentan mengalami koreksi dalam jangka pendek.
Hal ini berarti perak bisa turun sementara ketika pasar menstabilkan diri, karena harganya telah naik sangat tajam dibanding permintaan riil industri atau investasi.