0
News
    Home Berita China Featured Spesial

    Indonesia dan China Sepakati 16 Proyek Investasi Rp 36,4 Triliun - Kompas

    3 min read

     

    Indonesia dan China Sepakati 16 Proyek Investasi Rp 36,4 Triliun

    Kompas.com, 9 Januari 2026, 20:03 WIB
    Lihat Foto

    JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Indonesia dan China menandatangani nota kesepahaman investasi untuk 16 proyek besar senilai 2,19 miliar dollar AS atau sekitar Rp 36,4 triliun.

    Kesepakatan ini menjadi bagian dari skema Two Countries Twin Parks (TCTP) untuk memperkuat kolaborasi industri kedua negara.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, proyek-proyek tersebut melibatkan perusahaan asal Provinsi Fujian, China, bersama mitra dari Indonesia. Kerja sama mencakup berbagai sektor strategis.

    “Sebagai bagian integral dari Two Countries Twin Park, beberapa bulan lalu telah ditandatangani 16 proposal proyek antara perusahaan Fujian dan mitra Indonesia dengan nilai sekitar 2,19 miliar dollar AS atau setara Rp 36,4 triliun,” ujar Airlangga saat peringatan 20 tahun China Chamber of Commerce in Indonesia (CCCI), Jumat (9/1/2026).

    Detik-detik Rudal Rusia Hantam Kyiv, Ledakan Menggelegar Berkali-kali!

    Airlangga menjelaskan, skema Twin Park merupakan inisiatif strategis yang diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri China. Model ini dirancang sebagai pendekatan baru kerja sama industri.

    Melalui skema tersebut, Indonesia tidak hanya menjadi tujuan investasi. Indonesia juga berperan sebagai mitra dalam pengembangan rantai pasok dan hilirisasi industri.

    Airlangga menilai kerja sama Indonesia dan China memiliki potensi ekonomi besar. Kedua negara terhubung dengan pasar hampir 20 triliun dollar AS dan sama-sama mencatat pertumbuhan ekonomi stabil di kisaran 5 persen.

    Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk mendorong ekspansi investasi dan perdagangan bilateral.

    “Kolaborasi ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi Indonesia dan China terbuka luas dan terkoneksi dengan pasar yang sangat besar. Ini adalah peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha dari kedua negara,” kata Airlangga.

    Pengembangan Two Countries Twin Park akan dilakukan di tiga lokasi. Lokasi tersebut meliputi Kawasan Industri Batang, Kawasan Industri Wijayakusuma di Semarang, serta Kawasan Industri Bintan.

    Kawasan Industri Batang telah berstatus sebagai kawasan ekonomi khusus. Jawa Tengah diproyeksikan menjadi basis industri kompetitif, baik untuk sektor padat modal maupun padat karya.

    Sebanyak 16 proyek akan mulai diimplementasikan pada 2026. Proyek mencakup sektor prioritas nasional, seperti ekspor baja dan nikel, pengolahan pangan dan kelautan, serta industri perikanan terpadu.

    Kerja sama juga mencakup pengembangan energi matahari dan sistem penyimpanan energi, batu bara dan rantai pasok bahan baku industri, riset kecerdasan buatan Indonesia–China, teknologi dan peralatan industri, hingga pengembangan kawasan industri dan rantai pasok energi baru.

    Airlangga berharap realisasi proyek-proyek tersebut menjadi mesin pertumbuhan baru. Investasi diharapkan mendorong penciptaan lapangan kerja serta memperkuat struktur industri nasional secara berkelanjutan dan inklusif.

    Airlangga turut mengapresiasi peran China Chamber of Commerce in Indonesia. Selama dua dekade terakhir, CCCI berkontribusi memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

    Dalam kurun 20 tahun, CCCI tercatat membawa sekitar 600 perusahaan bermodal China untuk beroperasi di berbagai sektor strategis di Indonesia.

    Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang
    Komentar
    Additional JS