0
News
    Home Bank Dunia Berita Dunia Internasional Featured Spesial

    Indonesia Tempati Urutan Kedua Populasi Miskin Terbanyak Dunia Versi Bank Dunia ! - Priangan Timur

    4 min read

     

    Indonesia Tempati Urutan Kedua Populasi Miskin Terbanyak Dunia Versi Bank Dunia !

    Tabel negara-negara di dunia dengan jumlah penduduknya yang miskin versi Bank Dunia tahun 2025/Instagram @lambegosip /

    PRIANGANTIMURNEWS Di balik statusnya sebagai salah satu kekuatan ekonomi baru di Asia, Indonesia justru menyimpan fakta kelam yang cukup mengejutkan.

    Dilansir dari Instagram @lambegosip, laporan terbaru dari Bank Dunia (World Bank) tahun 2025 menempatkan tanah air di peringkat kedua global dalam kategori jumlah penduduk miskin berdasarkan standar garis kemiskinan internasional.

    Posisi ini menjadi alarm keras bagi pemerintah di tengah narasi pertumbuhan ekonomi nasional yang terus dipacu. Meski kini menyandang predikat negara berpendapatan menengah atas (upper-middle income country), realitas di lapangan menunjukkan ketimpangan yang masih menganga lebar.

    Baca Juga: Bukan Sekadar Ritual: Mengapa Pesan Isra Mi’raj Kian Relevan bagi Generasi Media Sosial ?

    Standar Global yang Menampar
    Data yang dirilis tersebut menggunakan metode perhitungan yang disesuaikan dengan biaya hidup serta tingkat kesejahteraan spesifik di tiap negara.

    Hasilnya cukup memprihatinkan: angka kemiskinan Indonesia menyentuh angka 60,3%, hanya terpaut di bawah Zimbabwe yang berada di urutan pertama.
    Berikut adalah gambaran posisi Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara lain dalam daftar tersebut.

    Peringkat Negara Persentase Kemiskinan:
    1 Zimbabwe 84,2%
    2 Indonesia 60,3%
    3 El Salvador 25,1%
    4 Brasil 20,9%
    12 Malaysia 1,3%

    Baca Juga: Profil Choi Kang Rok: Juara MasterChef Korea, YouTube Series, hingga Fakta Perjalanan Sang Chef

    Mengapa Angka Ini Sangat Tinggi?
    Tingginya angka tersebut dipicu oleh penggunaan standar kemiskinan internasional yang jauh lebih ketat dibandingkan standar lokal. Bank Dunia menyoroti bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia sebenarnya masih hidup di ambang batas kerentanan.

    Sedikit saja guncangan ekonomi seperti kenaikan harga pangan atau biaya energi,bisa langsung menyeret mereka ke bawah garis kemiskinan.
    Kondisi ini kini menjadi sorotan tajam di level internasional.

    Para pengamat menilai bahwa Indonesia memerlukan evaluasi total terhadap kebijakan jaring pengaman sosialnya. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi saja tidak cukup jika distribusi kesejahteraan tidak menyentuh lapisan masyarakat terbawah secara konsisten.

    Baca Juga: Fakta Unik BTS World Tour 2026: Konsep Panggung 360 hingga Momen Comeback Usai Wajib Militer

    Fenomena ini menjadi pengingat pahit bahwa angka-angka makro yang berkilau seringkali gagal memotret perjuangan nyata rakyat di akar rumput. Kini, bola panas ada di tangan pemerintah: apakah kebijakan ekonomi ke depan akan benar-benar berpihak pada pengentasan kemiskinan, ataukah Indonesia akan terus terjebak dalam bayang-bayang ketimpangan yang kronis?***


    Komentar
    Additional JS