0
News
    Home Berita China Dunia Internasional Inflasi

    Inflasi Konsumen China Capai 0,8 Persen pada Desember 2025, Tertinggi dalam Tiga Tahun - IDX Channel

    3 min read

     

    Inflasi Konsumen China Capai 0,8 Persen pada Desember 2025, Tertinggi dalam Tiga Tahun

    09/01/2026 13:21 WIB


    Indeks harga konsumen (IHK) di China naik 0,8 persen year-on-year pada Desember 2025, laju tercepat dalam hampir tiga tahun.
    Inflasi Konsumen China Capai 0,8 Persen pada Desember 2025, Tertinggi dalam Tiga Tahun. (Foto: Freepik)
    Inflasi Konsumen China Capai 0,8 Persen pada Desember 2025, Tertinggi dalam Tiga Tahun. (Foto: Freepik)

    IDXChannel - Indeks harga konsumen (IHK) di China naik 0,8 persen year-on-year pada Desember 2025, laju tercepat dalam hampir tiga tahun.

    Dilansir dari AFP pada Jumat (9/1/2026), IHK China memperpanjang tren pertumbuhan setelah berbulan-bulan tekanan deflasi.

    Baca Juga:
    AS Serang Venezuela, China Beralih ke Minyak Iran dan dan Rusia. (Foto: Inews Media Group)

    Menurut Biro Statistik Nasional (NBS), ini merupakan kenaikan inflasi konsumen terbesar sejak Februari 2023, ketika IHK naik satu persen year-on-year.

    "Kebijakan yang bertujuan untuk memperluas permintaan domestik dan mendorong konsumsi terus menunjukkan hasil," kata Ahli Statistik NBS Dong Lijuan.

    Baca Juga:
    China Ancam Larang Ekspor Logam Tanah Jarang, Jepang Protes Keras. (Foto: Inews Media Group)

    Kenaikan IHK China bulan lalu terutama didorong oleh harga makanan yang lebih tinggi.

    Setahun penuh, inflasi China berada di angka nol pada 2025. Menurut Bloomberg, itu adalah level tahunan terendah sejak 2009.

    Baca Juga:
    Nvidia Wajibkan Pembayaran Penuh di Muka untuk Penjualan Chip AI H200 ke China. (Foto: AP)

    Meskipun Beijing telah berupaya untuk beralih ke model pertumbuhan yang lebih berbasis pada konsumsi domestik dan kurang pada ekspor dan manufaktur, keberhasilannya terbatas.

    Indeks harga produsen China telah mengalami deflasi selama lebih dari tiga tahun, yang mencerminkan lemahnya permintaan dan kelebihan pasokan global barang manufaktur China. (Wahyu Dwi Anggoro)

    Halaman :
    Komentar
    Additional JS