0
News
    Home Berita Dewan Perdamaian Dewan Perdamaian Gaza Dunia Internasional Featured Iran Spesial

    Iran Hormati Keputusan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Tak Pengaruhi Hubungan Diplomatik - Tribunnews

    7 min read

     

    Iran Hormati Keputusan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Tak Pengaruhi Hubungan Diplomatik

    Pemerintah Republik Islam Iran turut menyoroti soal gabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP)

    Ringkasan Berita:
    • Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyatakan Iran menghormati keputusan Presiden Prabowo Subianto yang bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP).
    • Iran menegaskan keputusan Indonesia tidak akan memengaruhi hubungan bilateral kedua negara yang telah terjalin selama 75 tahun.
    • Iran menolak pembentukan BoP karena menilai solusi damai tidak akan efektif selama pendudukan Israel atas wilayah Palestina masih berlangsung. 

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Republik Islam Iran turut menyoroti soal gabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

    Duta Besar (Dubes) IR Iran Mohammad Boroujerdi menghormati keputusan Presiden RI Prabowo Subianto yang turut meneken perjanjian tersebut meski Iran tidak setuju dengan pembentukan BoP itu.

    "Setiap negara mengambil kebijakan dan keputusan berdasarkan kepentingan nasionalnya, kami menghormati berbagai keputusan yang diambil oleh pemerintah Indonesia," kata Boroujerdi saat ditemui awak media di kediaman dinasnya di Jalan Madiun 1, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026) malam.

    Sebab menurut Boroujerdi, setiap negara memiliki kepentingan nasional dalam menjalin suatu hubungan, termasuk Indonesia.

    "Berkaitan dengan kepentingan nasionalnya dan berkaitan dengan jalan yang dipilih oleh negara Indonesia," kata dia.

    Boroujerdi memastikan, ikut sertanya Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza itu tidak akan memengaruhi hubungan antara Iran dengan Indonesia yang sudah terjalin selama 75 tahun.

    Menurutnya, perihal hubungan diplomatik kedua negara akan tetap berjalan dengan baik dengan sikap masing-masing di dunia global.

    "Tentu saja kebijakan Indonesia berkaitan dengan pihak ketiga. Tidak mungkin mempengaruhi hubungan Indonesia dengan kami, apapun keputusan Indonesia kami hormati," ucap dia.

    Tak Ingin Berada di Pihak yang Mengakui Israel

    Saat disinggung soal sikap Iran terhadap pembentukan BoP tersebut, Boroujerdi menyatakan dengan tegas kalau dewan perdamaian itu diyakini tidak memiliki pengaruh apapun sepanjang tanah Palestina masih diduduki oleh Israel.

    Iran sendiri kata dia, tidak akan berada di pihak manapun yang mengakui keberadaan rezim zionis Israel.

    "Tentu saja kami merupakan pihak yang tidak mengakui rezim zionis Israel, kami percaya bahwa membicarakan berkaitan dengan solusi damai apapun selama okupansi masih berlanjut merupakan hal yang tidak bisa membuahkan hasil apapun," kata Boroujerdi.

    Dirinya berharap yang harusnya dilakukan bukanlah membentuk dewan perdamaian, melainkan menghentikan serangan atau penguasaan Israel terhadap wilayah teritori Palestina.

    "Yang pertama yang harus terjadi adalah berakhirnya okupansi terhadap teritori negara dan wilayah Palestina," ucap Boroujerdi.

    Menurut dia, kondisi yang terjadi sekarang di Gaza adalah ada suatu keadaan dimana pemilik sebuah rumah diakuisisi oleh orang lain, namun ada pihak yang ingin mengajak proses damai.

    Padahal kata Boroujerdi, penawaran itu tidak perlu dilakukan kepada pihak manapun, karena memang seharusnya tidak ada kondisi dimana negara melakukan akuisisi terhadap bagian negara lainnya.

    "Ini ibarat ada orang lain yang menduduki sebagian dari rumah tempat tinggal Anda, kemudian mengajak Anda untuk melakukan negosiasi damai," tandas dia.

    Indonesia Masuk Dewan Perdamaian Gaza 

    Indonesia resmi bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang dibentuk Amerika Serikat. Presiden RI Prabowo Subianto hadir langsung dalam forum tersebut dan berdiri sejajar dengan sejumlah pemimpin dunia saat peresmian keanggotaan diumumkan.

    Momen itu ditandai dengan interaksi langsung antara Prabowo dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keduanya berjabat tangan di atas panggung utama dengan latar biru bertuliskan “Board of Peace”.

    Namun dalam pidato tersebut, Trump tidak secara spesifik menyinggung isu Palestina maupun konflik di Timur Tengah.

    Padahal, isu Palestina kerap menjadi perhatian dalam berbagai forum internasional termasuk Indonesia.

    Bahkan sebelum pidato Trump, sejumlah pemimpin dunia sudah memaparkan pembangunan kembali Gaza, Palestina, usai dibombardir oleh Israel. Termasuk, jaminan keamanan maupun langkah bantuan krisis kemanusiaan yang masih dialami di Gaza.

    Dalam pidatonya, Trump hanya menegaskan bahwa Dewan Perdamaian merupakan proyek besar yang menurutnya sangat bisa dilakukan dan akan menjadi forum yang berdampak nyata.

    “Ketika kami benar-benar terlibat dalam proyek ini, dan ini adalah proyek yang besar, tapi sangat bisa dilakukan,” kata Trump.

    Ia menyebut Amerika Serikat berada di belakang inisiatif tersebut.

    Namun, Trump tidak menyinggung proyek besar yang akan dilakukan dalam dewan perdamaian yang dibuat AS tersebut.

    “Sejauh menyangkut Amerika Serikat, kami mendukungnya (berada di belakangnya). Dan Amerika Serikat tidak pernah sekuat ini, tidak pernah lebih besar, lebih baik,” ujarnya.

    Trump juga mengatakan banyak pihak yang ingin bergabung dalam Dewan Perdamaian karena forum itu dinilai penting.

    “Kami memiliki banyak orang lain yang telah mendaftar dan mereka semua ingin menjadi anggota Dewan Perdamaian karena ini benar-benar akan menjadi penting. Ini tidak akan membuang-buang waktu. Hal ini akan terjadi. Dan ini sudah terjadi,” tandasnya.

    Baca juga: Indonesia Gabung Board of Peace Gaza, Menlu RI Sugiono Tegaskan Solusi Dua Negara Harus Terwujud

    Selain Indonesia, negara yang tergabung dalam dewan perdamaian buatan AS yaitu Pakistan, Mesir, Jordania, Uni Emirate Arab, Turki, Saudi Arabia dan Qatar. Selain itu, ada pula Bahrain, Morocco, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Kazakhtan, Kosovo, Mongolia hingga Paraguay.


    Komentar
    Additional JS