0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Spesial

    Iran: Jika Washington Menyerang, Kami akan Incar Militer dan Kapal-Kapal AS | Republika Online

    3 min read

      

    Iran: Jika Washington Menyerang, Kami akan Incar Militer dan Kapal-Kapal AS | Republika Online



    REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan, Israel, militer AS, dan pusat-pusat perkapalan akan dianggap sebagai target sah jika Washington melancarkan serangan militer terhadap Teheran. Pernyataan tegas itu disampaikan Iran selama sesi parlemen sebagaimana dilaporkan Anadolu, Senin. 

    “Dalam kerangka pertahanan yang sah, kami tidak membatasi diri hanya untuk menanggapi setelah suatu tindakan. Jika terjadi serangan militer AS, baik wilayah pendudukan (Israel) maupun pusat-pusat militer dan perkapalan AS akan menjadi target yang sah bagi kami,” katanya. 

    Baca Juga :

    Sponsored

    Ia mengatakan, Iran saat ini terlibat dalam konfrontasi dengan Israel dan AS di empat front yakni ekonomi, kognitif, militer, dan perang teroris. Ia menekankan bahwa perang front-front  tersebut berlangsung secara bersamaan.

    “Musuh berencana untuk merekrut teroris lokal selama perang 12 hari, tetapi mereka gagal (pada Juni 2025). Sekarang, mereka telah merekrut teroris lokal. Kami sedang memerangi teroris,” katanya, merujuk pada gelombang protes anti-pemerintah saat ini di negara tersebut.

    Baca Juga :

    Para anggota parlemen Iran meneriakkan slogan-slogan anti-AS selama sesi tersebut.

    Trump mengatakan pada Sabtu bahwa rakyat Iran sedang menantikan kebebasan seiring dengan terus menyebarnya protes yang dimulai pada 28 Desember di seluruh negeri. Ia menambahkan bahwa Washington siap memberikan dukungan.

    Baca Juga :

    “Menurut Pemerintah AS, Iran ‘berkhayal’ karena menilai bahwa Israel dan AS memicu kerusuhan kekerasan di negara kami,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di media sosial AS X.

    “Hanya ada satu masalah: mantan Direktur CIA Presiden Trump sendiri telah secara terbuka dan tanpa malu-malu menyoroti apa yang sebenarnya dilakukan Mossad dan para pendukungnya dari Amerika,” katanya.

    Halaman 2 / 2

    Sementara itu, Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, menyerukan tindakan tegas terhadap apa yang disebutnya sebagai perusuh.

    “Lembaga peradilan harus mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang menciptakan ketidakamanan, membunuh orang, dan merusak properti publik dalam kerusuhan yang telah melanda sejumlah kota di Iran dalam beberapa hari terakhir,” katanya kepada penyiar negara IRIB.

    “Penting untuk membedakan antara protes dan kerusuhan,” katanya.

    Iran telah diguncang oleh protes sejak 28 Desember di Grand Bazaar Teheran, karena depresiasi tajam rial Iran dan memburuknya kondisi ekonomi. Demonstrasi kemudian menyebar ke beberapa kota.

    Tidak ada perkiraan resmi tentang korban jiwa. Namun kelompok hak asasi manusia yang berbasis di AS, HRANA, memperkirakan jumlah korban tewas mencapai 116 orang, dengan lebih dari 2.600 orang ditahan.

    Seorang dokter di Teheran, dengan syarat anonim, mengatakan kepada majalah Time bahwa enam rumah sakit di ibu kota mencatat “setidaknya 217 kematian demonstran, sebagian besar akibat peluru tajam.

    Komentar
    Additional JS