0
News
    Home Bapanas Berita Featured HET Romadhon Spesial

    Jelang Ramadan, Bapanas Minta Pengusaha Pangan Tak Patok Harga di Atas HET - Kabar Bisnis

    3 min read

     

    Jelang Ramadan, Bapanas Minta Pengusaha Pangan Tak Patok Harga di Atas HET



    Kepala Badan Pangan Nasional Amran Sulaiman
    Kepala Badan Pangan Nasional Amran Sulaiman

    JAKARTA, kabarbisnis.com: Kepala Badan Pangan Nasional (Kabapanas) Amran Sulaiman mengimbau seluruh pelaku usaha pangan agar tidak menjual komoditas pangan strategis di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), khususnya menjelang dan selama bulan suci Ramadan.

    "Kesimpulannya adalah kita menjaga HET pangan sekarang sampai bulan Ramadan sampai selesai. Dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) juga kita jaga," ujar Amran usai Rapat Koordinasi Pengamanan Stabilitasi Pasokan dan Harga Pangan di Jakarta, Kamis (22/1/2025).

    Rapat itu dihadiri Mabes Polri, Satgas Pangan, Bareskrim, Dirkrimsus se-Indonesia, Perum Bulog, pimpinan wilayah Bulog, Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, serta jajaran Bapanas. Amran menegaskan, tidak ada alasan bagi pelaku usaha untuk menaikkan harga karena stok pangan nasional dalam kondisi sangat cukup.

    Untuk beras, stok nasional saat ini mencapai 3,3 juta ton. Ini merupakan stok tertinggi awal tahun sepanjang sejarah. Sementara itu, minyak goreng juga tersedia sekitar 700 ribu ton di Perum BULOG. "Jadi, ini juga tidak ada alasan untuk naik," kata dia.

    Amran menjelaskan, stok minyak goreng, bawang merah, telur mencukupi permintaan yang cenderung meningkat di saat Ramadan. Namun, harga daging ayam di tingkat produsen saat ini justru masih berada di bawah HPP. Harga ayam hidup tercatat di kisaran Rp 22 ribu-Rp 23 ribu per kilogram (kg), sementara HPP ditetapkan sebesar Rp 25 ribu per kg.

    Dia berharap harga ayam dapat membaik seiring meningkatnya permintaan saat memasuki bulan Ramadan. "Ini harus naik. Insyaa Allah di Ramadan naik," tegas Amran.

    Selain itu, Amran memastikan ketersediaan komoditas pangan lain dalam kondisi aman. Telur, bawang merah, bawang putih, cabai, hingga daging disebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan. Amran menambahkan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi bagi pelaku usaha yang menjual pangan strategis di atas HET.

    Dia memastikan, Satgas Pangan akan bertindak tegas jika ditemukan pelanggaran. "Tidak boleh lagi ada yang menjual di atas HET. Kalau ada, Satgas Pangan akan bekerja, bila perlu menindak. Ini sudah terlalu lama kita imbau," tegas dia.

    Menurut Amran, seluruh unsur yang hadir dalam rapat, mulai dari produsen, pedagang, distributor, hingga konsumen, telah sepakat untuk menjaga HET dan HPP pangan strategis. "Supaya apa tujuannya? Produsen tersenyum, pedagangnya bahagia, dan konsumennya juga ikut menikmati bulan suci Ramadan," pungkas Amran. kbc11


    Komentar
    Additional JS