tirto.id - Tim SAR kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap 65 warga yang masih dinyatakan hilang akibat bencana longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Menurut data keseluruhan sebanyak 113 jiwa yang terdampak, 25 orang ditemukan meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, sehingga kini tersisa 65 orang lagi yang masih belum ditemukan sejak longsor terjadi.

Pada hari ketiga operasi ini, pencarian difokuskan pada Sektor A dan Sektor B yang berada di wilayah Desa Pasirlangu.

Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menyampaikan bahwa hari ini tim gabungan melaksanakan pencarian dengan metode manual, alkon, hingga penggunaan alat berat.

Adapun tim gabungan ini terdiri dari Basarnas, TNI/POLRI, Kementrian PU, BNPB, Kementrian Kesehatan, BUMN, BUMD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Relawan dan Komunitas SAR.

"Hari ini Kita fokuskan membagi tim menjadi 2 sektor, yakni sektor A di bagian Timur dan sektor B di bagian barat Ds. Pasirlangu, hari ini kami memiliki penambahan kekuatan personel dari Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Jogja, Kantor SAR Cilacap dan juga potensi SAR dan relawan dari berbagai organisasi,” ujar Yudhi dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).

Yudhi mengatakan bahwa ada sekitar 9 ekskavator yang akan dikerahkan untuk melaksanakan pencarian. Adapun Potensi SAR yang terlibat sebanyak 2.129 potensi SAR.

Hingga saat ini, sudah dievakuasi 25 kantung jenazah dan kurang lebih 65 orang masih dalam pencarian. Terkait data korban, hal itu masih dalam proses identifikasi pihak DVI.

"Setiap kantung jenazah kami serahkan ke pihak DVI untuk dilaksanakan identifikasi, selanjutnya tim DVI yang akan merilis data data data korban tersebut," tutur Yudhi.

Dia juga berharap hari ini cuaca mendukung sehingga pencarian dapat berjalan secara maksimal hingga sore hari. Hal ini disebabkan cuaca sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan operasi SAR.

Sebelumnya, pemerintah menyampaikan akan terus melakukan penanganan imbas longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Mendagri Tito Karnavian mengatakan bahwa jangka pendek akan memaksimalkan pencarian korban yang masih hilang disertai dengan pendampingan bagi keluarga korban serta warga yang terdampak dan harus direlokasi.

“Yang pertama jangka pendek dulu, semaksimal mungkin untuk mencari yang hilang. Yang wafat dibantu keluarganya, dan yang direlokasi juga sudah dibantu,” kata Tito.

Adapun jangka panjang, Ia menyebut, pentingnya relokasi permanen ke wilayah yang lebih aman. Tito mengatakan, lokasi terdampak longsor tidak layak lagi untuk dijadikan kawasan permukiman.

“Menurut saya, tempat seperti ini jangan ditempati lagi. Harus direboisasi, ditanam tanaman yang akarnya keras supaya struktur tanahnya bisa menguat kembali. Kalau kembali lagi, nanti akan longsor lagi,” ucapnya.