0
News
    Home Biodegradable Featured Inovasi IPTEK Limbah Tebu Spesial

    Kemasan Biodegradable Berbahan Limbah Tebu Solusi Pengganti Plastik - Universitas Airlangga Official Website

    3 min read

     

    Kemasan Biodegradable Berbahan Limbah Tebu Solusi Pengganti Plastik - Universitas Airlangga Official Website

    • unairnews
    • Desember 5, 2025
    • 2:27 pm
    • Poster inovasi Terraware, eco-lunch box berbahan ampas tebu karya Cherry Team Universitas Airlangga (Foto: Dok. Tim)

    UNAIR NEWS – Selama ini, limbah tebu seringkali tidak termanfaatkan secara optimal. Padahal memiliki kandungan serat alami yang kuat, tahan panas, dan mudah terurai dalam waktu singkat. Dengan teknologi pengolahan yang tepat, bahan ini dapat diubah menjadi produk kemasan yang aman bagi kesehatan. Tidak mengandung bahan kimia berbahaya serta dapat menggantikan peran plastik dan styrofoam sekali pakai.

    Hal ini membuat tim Universitas Airlangga (UNAIR) yang beranggotakan Abiddah Rahmatusshalihah, Nadya Orlyn, Hilya Idhar Mumtaz, dan Friscyllia Renindika A menciptakan lunch box ramah lingkungan berbahan dasar bagasse (ampas tebu). Inovasi tersebut dirancang sebagai alternatif pengganti plastik dan styrofoam sekali pakai.

    Keunggulan

    Dengan inovasi tersebut, mereka berhasil meraih juara ketiga  di ajang President Business Plan Competition Universitas Negeri Jember. Kompetisi tersebut terselenggara secara daring melalui Zoom Meeting pada Minggu (30/11/2025).

    Produk mereka bernama Terraware yang memiliki keunggulan yakni biodegradable, kuat, aman untuk makanan, tidak bocor, dan tahan panas. Sehingga produk tersebut cocok digunakan oleh restoran, kafe, katering, maupun aktivitas outdoor. Abiddah mewakili timnya menjelaskan bahwa ide tersebut berangkat dari kekhawatiran terhadap meningkatnya sampah plastik sekali pakai. 

    “Plastik sekali pakai menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar. Sementara itu, limbah ampas tebu sangat melimpah namun belum termanfaatkan secara optimal. Melalui Terraware, kami ingin menghadirkan solusi nyata bagi lingkungan,” ujarnya.

    Dampak Ekonomi

    Lebih dari sekadar solusi lingkungan, Abiddah menegaskan bahwa inovasi ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Pemanfaatan ampas tebu menjadi produk bernilai ekonomis mendorong ekonomi sirkular, membuka peluang usaha baru, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di daerah penghasil tebu. “Kami berharap Terraware tidak hanya mengurangi sampah plastik, tetapi juga memberi nilai tambah bagi petani tebu dan masyarakat sekitar,” tambahnya.

    Dengan meningkatnya tren gaya hidup hijau dan dukungan pemerintah terhadap pengurangan plastik sekali pakai, Terraware memiliki potensi pasar yang luas. Baik bagi konsumen individu maupun pelaku bisnis kuliner. “Produk ini tidak hanya menjadi alternatif kemasan ramah lingkungan, tetapi juga bentuk kontribusi nyata terhadap keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan di Indonesia,” ucapnya. 

    Inovasi Terraware pun sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Seperti SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab) melalui penggunaan material ramah lingkungan, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengurangan emisi dari sampah plastik, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. 

    Penulis: Rizma Elyza

    Editor: Yulia Rohmawati

    Komentar
    Additional JS