Kemenko Polkam Terjunkan 20 Mobil Penjernih Air untuk Pengungsi Bencana di Sumatera dan Aceh - Inilah
Warga di pengungsian korban bencana Sumatera menikmati sarana air bersih dari mobil penjernih air yang dikirim pemerintah. (Dok. Humas Kemenkopolkam)
Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menerjunkan 20 unit mobil Water Treatment (penjernih air) ke Aceh dan Sumatera untuk membantu warga korban terdampak banjir bandang.
Mobil yang mengangkut mesin berteknologi Reverse Osmosis ini mampu mengolah air keruh dan tercemar menjadi air bersih layak konsumsi untuk ditempatkan di beberapa lokasi pengungsian padat.
“Yang terpenting dari bantuan mobil penjernih air ini adalah kemampuannya memberikan solusi sementara bagi kehidupan dasar masyarakat di lokasi terdampak. Saya berharap 20 unit mobil penjernih air ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk warga yang terdampak banjir,” ujar Menko Polkam Djamari Chaniago di Dermaga Satuan Angkutan Perairan TNI AD, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (26/1/2026).
Menurutnya, pengadaan mobil penjernih air merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat saat terjadi bencana. Keberadaan mobil ini menjadi solusi penting bagi para korban bencana yang hingga kini masih berada di pengungsian.
“Sudah menjadi kewajiban dan komitmen pemerintah dan negara untuk hadir bersama masyarakat yang sedang terdampak bencana,” ungkapnya.
Di tengah keterbatasan akses terhadap air bersih akibat banjir, mobil Water Treatment Kemenko Polkam berfungsi sebagai instalasi pengolahan air bergerak yang mampu mengolah air keruh dan tercemar menjadi air bersih yang layak untuk dikonsumsi.
Warga pun mengaku sangat terbantu untuk memenuhi kebutuhan dasar, khususnya dalam hal penyediaan air minum dan kebutuhan sanitasi. Dengan kapasitas produksi yang memadai, setiap unit mampu melayani kebutuhan air bersih bagi ratusan hingga ribuan warga setiap harinya.
“Terbantu sekali kami ada mobil Kemenko Polkam disini. Kondisinya lagi susah air, apalagi air bersih. Senang dan terima kasih kami diperhatikan,” kata Jeje, Kepala Desa Paya Jeget, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah
Sementara itu, Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Setmenko Polkam, Honi Havana menjelaskan penyaluran dan pengoperasian fasilitas Water Treatment, bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat, khususnya satuan teritorial di wilayah terdampak.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, fasilitas penjernih air telah berfungsi secara efektif di berbagai titik lokasi bencana.
Di wilayah Tanjung Raya dan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, warga memanfaatkan air hasil pengolahan dengan menggunakan galon-galon yang didistribusikan dan dibantu oleh personel Kodim setempat.
Selain itu, fasilitas serupa juga beroperasi dengan baik di wilayah Paya Jeget, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, serta sejumlah titik pengungsian lainnya.
“Proses pengambilan air berjalan tertib, terorganisasi, dan melibatkan unsur aparat kewilayahan. Ini menjadi bukti bahwa sinergi pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah daerah berjalan dengan baik,” ucap Honi.
Kemenko Polkam memastikan pemantauan terhadap operasional bantuan Water Treatment akan terus dilakukan secara berkala. Ini dilakukan untuk menjamin keberlanjutan pelayanan air bersih selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.
Melalui bantuan ini, Kemenko Polkam berharap masyarakat terdampak dapat memperoleh akses air bersih yang memadai, sehingga risiko penyakit, gangguan kesehatan, serta permasalahan sanitasi dapat diminimalkan. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.