0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Spesial

    Kericuhan Berdarah Dinilai Ditungangi Agar AS Menyerang, Menlu Iran: Kami Siap Perang | Republika Online

    3 min read

     

    Kericuhan Berdarah Dinilai Ditungangi Agar AS Menyerang, Menlu Iran: Kami Siap Perang | Republika Online

    REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai aksi unjuk rasa di negara itu telah berubah menjadi kekerasan dan tumpah darah untuk memberi alasan bagi Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan intervensi militer di negara tersebut.

    Araghchi mengatakan kepada para diplomat asing di Teheran pada Senin (12/1/2025) bahwa kekerasan meningkat selama akhir pekan tetapi situasi sekarang berada di bawah kendali penuh.

    Baca Juga :

    Sponsored

    Ia mengatakan peringatan Trump tentang tindakan militer terhadap Teheran jika protes berubah menjadi kekerasan telah memotivasi 'teroris' menargetkan para demonstran dan pasukan keamanan untuk mengundang intervensi asing.

    "Kami siap untuk perang tetapi juga untuk dialog," tambahnya.

    Baca Juga :

    Araghchi juga mengatakan Iran memiliki rekaman distribusi senjata kepada para demonstran. Pihak berwenang juga akan segera merilis pengakuan para tahanan.

    "Demonstrasi tersebut dipicu dan didorong oleh unsur-unsur asing," katanya, seraya mencatat bahwa pasukan keamanan akan memburu mereka yang bertanggung jawab.

    Baca Juga :

    Protes yang meningkat di Iran telah memasuki pekan ketiga di tengah pemadaman internet nasional dan ancaman intervensi militer berulang dari Trump.

    Halaman 2 / 2

    Pemerintah Iran telah menetapkan tiga hari berkabung nasional untuk para "martir" yang tewas selama protes, termasuk anggota pasukan keamanan.

    Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan pada Ahad bahwa 109 personel keamanan telah tewas dalam protes tersebut.

    Pihak berwenang belum mengkonfirmasi jumlah demonstran yang kehilangan nyawa. Tetapi aktivis oposisi yang berbasis di luar negeri mengatakan jumlah korban tewas lebih tinggi dan termasuk puluhan demonstran.

    Aljazirah tidak dapat memverifikasi secara independen kedua angka tersebut.

    Kantor berita Fars melaporkan bahwa protes terbatas terjadi di beberapa lingkungan ibu kota pada Ahad malam.

    "Terjadi 'kerusuhan' terbatas di lingkungan Navvab dan Saadat Abad di Teheran, Junqan dan Hafshejan di provinsi Chaharmahal dan Bakhtiari, dan Taybad di Mashhad, yang dibubarkan oleh pasukan keamanan," demikian menurut Fars.

    Kantor berita tersebut melaporkan bahwa kota-kota dan wilayah lain di negara itu umumnya tenang tanpa kerusuhan semalam.

    Pada Senin pagi, media Iran menayangkan rekaman demonstrasi pro-pemerintah di saluran Telegram mereka dari berbagai kota.

    Komentar
    Additional JS