0
News
    Home Berita Cisarua Featured Lintas Peristiwa Longsor Spesial

    Kesaksian Korban Longsor Cisarua: Suasana Mencekam, Jeritan di Mana-mana - Liputan6

    4 min read

     

    Kesaksian Korban Longsor Cisarua: Suasana Mencekam, Jeritan di Mana-mana

    Tim gabungan sedang berupaya mencari para korban longsor yang jumlahnya diperkirakan mencapai 82 jiwa.


    Korban longsor Cisarua Bandung Barat di lokasi pengungsian. (Antara)

    Liputan6.com, Jakarta - Diperkirakan 82 jiwa hilang ditelan longsor yang menerjang Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026). Tim gabungan masih berupaya mencari para korban 

    Salah satu korban longsor bernama Wawa (40), menceritakan detik-detik ketika longsor menerjang kawasan tersebut.

    Ibu warga Kampung Pasir Kuda RW 10, yang lokasi rumahnya berada di bagian atas area longsor, menceritakan, dua kali longsor terjadi secara berurutan. Dampak terbesar terjadi pada longsor yang kedua.

    “Longsornya terjadi dua kali. Yang paling besar itu di kejadian kedua, sekitar pukul 02.30 WIB,” ujar Wawa saat ditemui di lokasi pengungsian. Dikutip dari Antara.

    Dia menceritakan, kawasan di atas tempat tinggalnya mengalami dampak paling parah, dengan banyak rumah warga hilang dan rata dengan tanah akibat tertimbun material longsor, termasuk beberapa yang dihuni oleh keluarga jauhnya.

    “Anggota keluarga saya yang hilang ada lebih dari 10 orang. Sampai sekarang belum diketahui keberadaannya,” ucapnya dengan suara bergetar.

    Sementara itu, di bagian bawah lokasi longsor, sejumlah rumah juga terdampak cukup serius sehingga Wawa mengaku suasana mencekam terjadi saat longsor kedua berlangsung.

    “Waktu dengar gemuruh yang kedua, banyak yang menjerit. Saya langsung kabur menyelamatkan diri,” ungkapnya.

    Ia akhirnya berhasil mengungsi ke desa sekira pukul 05.00 WIB bersama warga lainnya, untuk mencari tempat yang lebih aman.

    Kebutuhan Darurat Pengungsi

    Wawa mengatakan bahwa jumlah pengungsi saat ini diperkirakan lebih dari 100 orang, sementara hingga kini bantuan kebutuhan makan baru diterima satu kali dan hanya ditambah dengan distribusi makanan ringan pada siang hari.

    Terkait kebutuhan pengungsi, Wawa menyebutkan bahwa saat ini yang paling mendesak adalah perlengkapan bayi, mulai dari pakaian bayi, popok (pampers), hingga kebutuhan dasar lainnya yang sangat krusial dan rentan kekurangan.

    “Kalau untuk orang dewasa, kebutuhan utamanya alat mandi, makanan, dan penghangat badan seperti selimut, matras, serta jaket,” jelasnya.

    Para pengungsi berharap adanya perhatian lebih dari berbagai pihak, khususnya untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan percepatan penanganan korban hilang akibat bencana longsor tersebut.

    Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat Bambang Imanudin menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya memenuhi bantuan yang diperlukan oleh warga saat ini.

    "Kami akan memenuhi bantuan yang paling dibutuhkan warga saat ini, seperti matras, selimut, dan sembako karena mereka masih berada di lokasi pengungsian," jelasnya.

    Loading

    Komentar
    Additional JS