Korban Jiwa Bencana Sumatera Tembus 1.177, 242.174 Masih Mengungsi - SATELITNEWS.COM
Korban Jiwa Bencana Sumatera Tembus 1.177, 242.174 Masih Mengungsi
SATELITNEWS. COM, JAKARTA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai 1.177 orang hingga Minggu (4/1). Selain itu, sebanyak 148 orang masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian tim SAR gabungan.
Jumlah korban jiwa tersebut bertambah dibandingkan data sehari sebelumnya yang mencatat 1.167 orang meninggal dunia. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, penambahan korban berasal dari beberapa wilayah terdampak di tiga provinsi. Di Aceh Utara tercatat tiga korban meninggal, di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara lima korban, serta dua korban di Sumatra Barat.
“Tambahan korban jiwa meninggal dunia ini menambah jumlah total dari tiga provinsi. Kemarin rekapitulasi kita di cut off pukul 16.00 adalah 1.167 jiwa, dan hari ini bertambah 10 menjadi 1.177 jiwa,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan pers, Minggu (4/1).
BNPB merinci jumlah korban meninggal di Provinsi Aceh mencapai 543 orang. Sementara di Sumatra Utara tercatat 370 orang meninggal dunia, dan di Sumatra Barat sebanyak 264 orang. Ketiga provinsi tersebut menjadi wilayah terdampak terparah akibat kombinasi banjir dan tanah longsor yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Selain korban meninggal, proses pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang masih terus dilakukan. Hingga Minggu, jumlah korban hilang tercatat sebanyak 148 orang. Abdul Muhari menjelaskan, angka tersebut berkurang dibandingkan data sebelumnya setelah dilakukan verifikasi dan koreksi data di tingkat desa, kecamatan, serta melalui konfirmasi dengan anggota keluarga.
“Hari ini ada pengurangan 17 nama untuk daftar orang hilang yang dikoreksi oleh desa, kecamatan, maupun anggota keluarga, sehingga jumlah total korban yang masih dalam daftar pencarian tim SAR gabungan menjadi 148 jiwa,” katanya.
Dampak bencana juga tercermin dari masih tingginya jumlah warga yang harus mengungsi. BNPB mencatat sebanyak 242.174 orang masih berada di lokasi pengungsian di berbagai wilayah terdampak. Meski demikian, jumlah tersebut menunjukkan tren penurunan setelah terjadi pengurangan 15.606 pengungsi di Provinsi Aceh seiring dengan mulai surutnya banjir di sejumlah daerah.
Di tengah penanganan darurat yang masih berlangsung, pemerintah pusat mulai mengakselerasi pemulihan layanan dasar dan infrastruktur. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebutkan, sebagian objek vital di wilayah terdampak, seperti stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), jaringan listrik, serta konektivitas internet, mulai berangsur pulih meskipun belum sepenuhnya normal.
“Kemarin waktu saya datang dua hari lalu dengan Pak Presiden Prabowo Subianto, Alhamdulillah tiga-tiganya SPBU semua sudah on. Sudah aktif semua,” ujar Tito, Sabtu (03/01/2026).
Menurut Mendagri, sejumlah akses jalan dan jembatan strategis yang sempat terputus kini sudah mulai dapat dilalui kendaraan masyarakat maupun distribusi logistik. Namun, pemulihan jaringan listrik masih menghadapi kendala di beberapa lokasi akibat banyaknya tiang dan jaringan yang tumbang, terutama di wilayah Aceh Utara yang berada jauh dari pusat kota.
Sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana, Kementerian Dalam Negeri mengerahkan 1.138 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) secara bertahap untuk membantu pemerintah daerah terdampak. Ratusan personel telah diberangkatkan ke Medan dan Aceh guna mendukung kelancaran layanan pemerintahan daerah dan aktivitas masyarakat.
Dampak bencana juga meluas ke sektor peternakan. Kementerian Pertanian mencatat sebanyak 778.922 ekor ternak terdampak. Ternak tersebut meliputi sapi, kerbau, kambing, domba, unggas, hingga babi.
Berdasarkan data sementara per 31 Desember 2025, ternak unggas menjadi kategori paling terdampak dengan total 622.154 ekor, disusul ternak kambing dan domba sebanyak 113.325 ekor, serta sapi dan kerbau sebanyak 38.393 ekor. Selain itu, tercatat 5.050 ekor ternak babi terdampak di Sumatra Utara.
“Data ini masih sementara dan terus diperbarui. Ini menjadi dasar penanganan darurat dan pemulihan pascabencana,” kata Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
Pemerintah menegaskan proses identifikasi korban meninggal, pencarian orang hilang, pemulihan layanan dasar, serta pendataan dampak ekonomi dan peternakan akan terus dilakukan secara bertahap seiring berjalannya tahapan penanganan bencana di wilayah Sumatra. (rmg/xan)