Mahasiswa Kena Luka Bakar Usai Unjuk Rasa Pemekaran Luwu Raya di Palopo - Tribun-timur
Mahasiswa Kena Luka Bakar Usai Unjuk Rasa Pemekaran Luwu Raya di Palopo - Tribun-timur.com
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Ari Maryadi
TRIBUN TIMUR/Andi Bunayya Nandini
Ringkasan Berita:
- Mahasiswa alami luka bakar di tengah aksi unjuk rasa depan Taman I Love Palopo City, Kelurahan Binturu, Kecamatan Wara Selatan
- Demonstran itu menendang ban yang terbakar hingga api menyambar celananya
- Aksi unjuk rasa menyuarakan aspirasi pemekaran Luwu dari Sulsel
TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Aliansi Perjuangan Masyarakat Tana Luwu menggelar aksi unjuk rasa di depan Taman I Love Palopo City, Kelurahan Binturu, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (10/1/2026) sore.
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi tersebut menutup Jalan Andi Djemma sambil membentangkan spanduk berisi tuntutan pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Dalam aksinya, demonstran juga sempat menghentikan sebuah mobil boks dan berorasi dari atas kendaraan tersebut.
Ketegangan sempat terjadi saat massa aksi hendak membakar ban bekas.
Sejumlah warga sekitar menolak aksi tersebut karena khawatir terganggu asap pembakaran.
“Boleh demo, tapi jangan bakar ban. Kami masyarakat sekitar sini terganggu dengan asapnya,” teriak seorang warga di lokasi.

Meski mendapat penolakan, demonstran tetap membakar ban bekas.
Seorang warga kemudian berusaha memadamkan api.
Saat mencoba menghentikan aksi tersebut, salah satu demonstran menendang ban yang terbakar hingga api menyambar celananya.
Akibat insiden itu, mahasiswa tersebut mengalami luka bakar pada bagian kaki dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Mega Buana untuk mendapatkan perawatan medis.
Meski demikian, aksi unjuk rasa tetap berlanjut.
Para demonstran secara bergantian menyampaikan orasi menggunakan pengeras suara.
Dalam orasinya, mereka menegaskan Tana Luwu layak memisahkan diri dari Sulawesi Selatan.
“Tana Luwu mampu berdiri sendiri. Hal itu terbukti dari daerah-daerah di Luwu Raya yang menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Sulawesi Selatan,” teriak salah seorang orator.
Mereka juga meminta perhatian pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, agar segera membentuk Provinsi Luwu Raya.
“Kami meminta Presiden Prabowo memberikan atensi khusus terhadap aspirasi masyarakat Luwu Raya,” katanya.
Selain itu, demonstran juga menyampaikan momen HPRL akan dijadikan momentum menuntut pembentukan Luwu Raya.
“Januari ini menjadi momentum bagi kami untuk menyampaikan aspirasi agar Presiden Prabowo segera membentuk Provinsi Luwu Raya,” tutupnya.(*)
Laporan Wartawan Kontributor Tribun-Timur: Andi Bunayya Nandini