0
News
    Home Bencana Berita Featured Lintas Peristiwa Mendikdasmen Pendidikan Spesial Sumatera Sumatera Utara

    Mendikdasmen Ungkap 19 Sekolah Terdampak Bencana Sumut Belajar di Tenda - detik

    2 min read

     

    Mendikdasmen Ungkap 19 Sekolah Terdampak Bencana Sumut Belajar di Tenda

    M Ilham Pradila - detikSumut
    Minggu, 04 Jan 2026 22:30 WIB
    Foto: Anggi Muliawati/detikcom
    Medan -

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyebut 1.215 sekolah terdampak bencana di Sumatera Utara (Sumut). 19 di antaranya terpaksa harus mengikuti proses pembelajaran di tenda mulai semester genap besok.

    Abdul Mu'ti awalnya menyebut 95 persen dari total sekolah terdampak bencana sudah siap kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM). Meski beberapa di antaranya harus mengikuti proses belajar mengajar di tenda darurat.

    "Yang siap beroperasi untuk kegiatan belajar mengajar pada 5 Januari nanti ada 1.157 sekolah atau sekitar 95,23 persen," kata Abdul Mu'ti, saat menghadiri peresmian revitalisasi satuan pendidikan di SMK Negeri 7 Medan , Minggu (4/1/2025).

    Proses belajar mengajar di tenda darurat dilakukan karena sekolah masih dipenuhi lumpur dan masih dalam proses pembersihan.

    Baca juga:

    "Yang belajar menggunakan tenda ada 19 sekolah atau 1,6 persen, dan yang masih dalam proses pembersihan ada 29 sekolah atau 2,4 persen," ujarnya.

    Abdul Mu'ti memastikan sekolah-sekolah tersebut ditargetkan sudah dapat digunakan kembali mulai Senin (5/1). Pemerintah juga telah menerbitkan surat edaran terkait pelaksanaan pembelajaran bagi sekolah terdampak bencana.

    "Untuk sekolah-sekolah yang masih dalam proses pembersihan dan yang belajar di tenda, kami telah menerbitkan surat edaran yang di dalamnya berisi penjelasan bagaimana pembelajaran dan asesmen untuk sekolah-sekolah yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor dengan kurikulum yang kita rancang secara khusus pula,"terangnya.

    Pemerintah memberikan fleksibilitas kepada sekolah-sekolah yang belum sepenuhnya dapat melaksanakan pembelajaran dengan sarana dan prasarana yang ideal agar tetap menyelenggarakan pembelajaran dengan sistem yang adaptif.

    "Yang terpenting adalah semangat untuk bangkit, semangat untuk terus belajar, dan semangat meraih masa depan. Yang terpenting adalah semangat untuk bangkit dan tetap belajar demi masa depan," tutupnya.

    Baca juga:
    Komentar
    Additional JS