0
News
    Home Berita Featured Lintas Peristiwa Pesawat ATR Spesial

    Mengapa Identifikasi Jenazah Pramugari Florencia Lolita Lebih Cepat Dibanding Deden Maulana? - Tribunnews

    8 min read

     

    Mengapa Identifikasi Jenazah Pramugari Florencia Lolita Lebih Cepat Dibanding Deden Maulana?


    Jenazah Florencia Lolita lebih dulu tiba di RS Bhayangkara Makassar pada Selasa (20/1/2026) pukul 22.38 WITA.

    Mengapa Identifikasi Jenazah Pramugari Florencia Lolita Lebih Cepat Dibanding Deden Maulana?
    Ringkasan Berita:
    • Tim DVI Polda Sulawesi Selatan berhasil mengidentifikasi dua jenazah korban pesawat ATR 42-500, yakni Florencia Lolita Wibisono dan Deden Maulana
    • Florencia ditemukan di jurang sedalam 500 meter, sementara Deden ditemukan lebih dulu di jurang sedalam 200 meter di kawasan Bulusaraung. 
    • Jenazah Florencia tiba di RS Bhayangkara Makassar pada Selasa malam, sedangkan Deden Rabu pagi.
    • Identifikasi Florencia Lolita relatif cepat karena kondisi jenazah masih baik sehingga sidik jari dapat dibaca.

    TRIBUN-TIMUR.COM - Dua jenazah korban pesawat ATR 42-500 telah diidentifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan.

    Keduanya Florencia Lolita Wibisono dan Deden Maulana.

    Deden Maulana merupakan korban pertama ditemukan pada Minggu (18/1/2026).

    Ia ditemukan di jurang kedalaman 200 meter dari puncak Bulusaraung.

    Korban kedua ditemukan yaitu Florencia Lolita Wibisono.

    Baca juga: Pencarian Hari Keenam, 6 Paket Jasad Korban ATR 42-500 Ditemukan di Bulusaraung Pangkep

    Ia ditemukan di jurang kedalaman 500 meter.

    Jenazah Florencia Lolita lebih dulu tiba di RS Bhayangkara Makassar pada Selasa (20/1/2026) pukul 22.38 WITA.

    Jenazah Deden Maulana Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 08.54 WITA.

    Identifikasi jenazah Florencia Lolita Wibisono lebih cepat dibanding Deden Maulana.

    Kepala Kepala Pusat Identifikasi (Kapusindent) Bareskrim Polri Brigjen Pol Mashudi menjelaskan proses identifikasi.

    Kedatangan jenazah berjenis kelamin perempuan ini disebutnya masih bagus.

    Sehingga papillary sidik jari masih bisa terbaca.

    Papillary ridges merujuk garis-garis menonjol pada jari

    "Sehingga kami langsung ambil sidik jari dengan peralatan yang kami miliki bisa membaca identitas bersangkutan," kata Brigjen Pol Mashudi dalam konferensi pers di Biddokes Polda Sulsel pada Rabu (21/1/2026) pukul 11.30 wita

    Pembuktian dilanjutkan dengan mengambil sampel pembanding.

    Sidik jari jempol tangan kiri korban dibandingkan dengan data miliki tim.

    Tetapi Untuk buktikan secara science kami melakukan pembandingan yaitu mengambil sidik jari jempol tangan kiri dan pembandingan dengan data pembanding.

    "Kami bisa meyakini secara keilmuan yang bersangkutan florencia lolita wibisono. Kami yakin seyakin-yakinnya secara keilmuan yang bersangkutan," lanjutnya.

    Jika korban kedua Florencia Lolita Wibisono dapat diidentifikasi dalam waktu relatif singkat, Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel membutuhkan waktu lebih panjang untuk memastikan identitas korban pertama tersebut.

    Jenazah korban pertama berjenis kelamin pria.

    Namun hingga Rabu (21/1/2026) pukul 18.19 Wita, identitas jenazah korban pertama belum dapat dipastikan.

    Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulsel, Kombes Pol dr Muhammad Haris, membenarkan hal tersebut.

    Ia menjelaskan, proses identifikasi sangat bergantung pada kondisi jenazah saat diterima oleh tim DVI.

    “Dalam identifikasi korban, ada dua metode yang kami gunakan, yaitu metode primer dan metode sekunder,” ujar dr Muhammad Haris kepada wartawan di Kantor Biddokkes Polda Sulsel.

    Menurutnya, metode primer meliputi pemeriksaan sidik jari, profil gigi, serta pemeriksaan DNA.

    Metode primer cukup menggunakan satu indikator yang valid untuk memastikan identitas korban.

    “Kalau sidik jari masih bisa diperiksa dengan baik, identifikasi bisa dilakukan lebih cepat. Namun jika sidik jari dan profil gigi sulit diperoleh, maka pemeriksaan DNA harus dilakukan dan itu membutuhkan waktu yang tidak singkat,” jelasnya.

    Selain metode primer, tim DVI juga menggunakan metode sekunder sebagai pembanding.

    Metode sekunder meliputi pencocokan data medis, pakaian, properti pribadi, serta ciri-ciri khusus korban yang diperoleh dari data ante mortem keluarga.

    Berbeda dengan korban pertama, proses identifikasi jenazah Florencia Lolita Wibisono berjalan jauh lebih singkat.

    Pemeriksaan ante mortem terhadap Florencia dilakukan pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 22.38 Wita.

    Hasil identifikasi kemudian diumumkan ke publik pada Rabu (21/1/2026) pukul 11.30 Wita.

    Untuk jenazah Florencia, kondisi jenazah masih relatif baik sehingga sidik jari dapat diperiksa secara optimal oleh tim Pusident Mabes Polri.

    “Karena kondisi jenazahnya masih memungkinkan, sidik jari bisa dibaca dengan baik sehingga identitasnya dapat dipastikan dengan cepat,” ungkap dr Haris.

    Ia menambahkan, perbedaan waktu identifikasi antara kedua korban juga dipengaruhi oleh lamanya proses evakuasi di lapangan.

    Kini kedua korban telah dibawa ke Jakarta untuk dimakamkan.

     

     

     

     


    Komentar
    Additional JS