0
News
    Home Bencana Berita Featured Lintas Peristiwa Menko PMK Spesial Sumatera

    Menko PMK Tekankan Pentingnya Hunian Sementara Bencana untuk Pemulihan Cepat Pasca-Bencana - Merdeka

    5 min read

     

    Menko PMK Tekankan Pentingnya Hunian Sementara Bencana untuk Pemulihan Cepat Pasca-Bencana

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan krusialnya Hunian Sementara Bencana agar korban tidak berlama-lama di pengungsian, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial.

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan krusialnya Hunian Sementara Bencana agar korban tidak berlama-lama di pengungsian, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial.
    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan krusialnya Hunian Sementara Bencana agar korban tidak berlama-lama di pengungsian, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial. (AntaraNews)

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMKPratikno menegaskan bahwa hunian sementara merupakan komponen krusial dari respons bencana. Hal ini bertujuan untuk memastikan para penyintas tidak tinggal terlalu lama di tempat penampungan evakuasi setelah bencana melanda wilayah mereka. Pernyataan ini disampaikan Pratikno saat meresmikan 117 unit hunian sementara di Lubuk Basung, AgamSumatera Barat.

    Peresmian tersebut berlangsung di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, pada Sabtu (24/1). Acara penting ini turut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Bupati Agam Benni Warlis, serta sejumlah pejabat lainnya. Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam penanganan pasca-bencana.

    Pratikno menjelaskan, pembangunan hunian sementara ini sedang berjalan di banyak lokasi di beberapa kabupaten untuk merelokasi warga yang mengungsi dari tempat penampungan ke akomodasi sementara. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pemulihan dan mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak bencana ke kondisi normal secepat mungkin. Dengan adanya hunian sementara, diharapkan para penyintas dapat segera memulai kembali aktivitas sehari-hari mereka.

    Pentingnya Hunian Sementara dalam Respons Bencana

    Menko PMK Pratikno menekankan bahwa hunian sementara adalah elemen yang sangat penting agar para penyintas tidak perlu berlama-lama di pusat evakuasi. Beberapa proyek hunian sementara telah selesai dan sudah ditempati oleh korban bencana, memungkinkan mereka untuk melanjutkan kehidupan keluarga yang lebih normal sambil menunggu pembangunan hunian permanen. Ini adalah langkah vital untuk menjaga stabilitas psikologis dan sosial masyarakat terdampak.

    Menurut Pratikno, sejumlah besar unit hunian sementara telah dibangun, dan beberapa penyintas telah kembali ke rumah mereka. Proses ini memungkinkan mereka untuk mendapatkan kembali privasi dan rutinitas yang hilang akibat bencana. Keberadaan hunian sementara ini menjadi jembatan penting antara fase darurat dan fase rehabilitasi serta rekonstruksi jangka panjang.

    Pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca-Bencana di Sumatera untuk mengawal proses ini. Komite pengarah satgas ini diketuai oleh Menko PMK sendiri dan melibatkan menteri koordinator lainnya, Panglima TNI, Kapolri, serta Menteri Keuangan. Struktur ini menunjukkan koordinasi lintas sektor yang kuat dalam penanganan bencana.

    Percepatan Pembangunan dan Pemulihan Ekonomi

    Komite pelaksana satgas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri, dengan tim sektoral yang dipimpin oleh para menteri dan kepala lembaga. Mereka bertugas mempercepat pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi secepat mungkin, di bawah mandat untuk “membangun kembali lebih baik” (build back better). Prioritas utama dimulai dari infrastruktur, karena banyak jalan dan jembatan yang memerlukan perbaikan segera.

    Upaya pemulihan juga mencakup pemulihan jaringan listrik, pasokan bahan bakar, lahan pertanian yang rusak, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pasar. “Kami ingin masyarakat kembali ke rumah mereka sendiri, tetapi kami juga ingin kondisi ekonomi mereka membaik. Pembangunan hunian permanen dipercepat secara paralel dengan pemulihan ekonomi,” ujar Pratikno.

    Melalui pendekatan komprehensif ini, pemerintah berharap dapat mengatasi dampak bencana secara menyeluruh, baik dari aspek fisik maupun sosial-ekonomi. Sinergi antara pembangunan hunian dan pemulihan ekonomi diharapkan dapat menciptakan ketahanan masyarakat yang lebih baik di masa depan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat pasca-bencana.

    Sumber: AntaraNews


    Komentar
    Additional JS