0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Greenland Menlu Spesial

    Menlu Tegaskan Indonesia Tak Memihak di Tengah Isu Ambisi AS atas Greenland / Kompas TV

    4 min read

     

    Menlu Tegaskan Indonesia Tak Memihak di Tengah Isu Ambisi AS atas Greenland

    Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu (14/1/2026). (Sumber: YouTube MoFA Indonesia)

    JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan Indonesia berada pada posisi tidak memihak di tengah dinamika geopolitik global menyusul menguatnya isu ambisi Amerika Serikat (AS) untuk mencaplok Greenland.

    Pemerintah, kata dia, terus memonitor perkembangan situasi tersebut dengan berpegang pada kepentingan nasional dan prinsip politik luar negeri bebas-aktif.

    Sugiono menyampaikan pemerintah memahami situasi dunia yang semakin dinamis dan sarat ketegangan. 

    Namun, Indonesia memilih untuk tidak terseret dalam pertarungan kepentingan antarnegara, termasuk dalam tensi yang melibatkan AS, Greenland, dan sejumlah negara Eropa.

    Baca Juga: Warga Greenland Kesal dengan Ambisi Trump: Dia Buat Saya Mual

    “Intinya kita ada dalam posisi non-align. Kita sadar bahwa dunia sekarang sangat dinamis situasinya, namun kita juga harus ingat bahwa ada kepentingan nasional yang harus kita jaga. Oleh karena itu, kita selalu berpandangan bahwa apapun yang kita lakukan kita harus berpijak pada kepentingan nasional kita,” ujar Sugiono, Sabtu (24/1/2026).

    Isu Greenland kembali menjadi sorotan internasional setelah AS menunjukkan ketertarikan strategis terhadap wilayah tersebut. 

    Selain posisinya yang krusial secara geopolitik dan militer di kawasan Arktik, Greenland juga dinilai memiliki potensi sumber daya alam yang besar.

    Dinamika ini memicu kekhawatiran sejumlah negara Eropa terkait stabilitas kawasan Atlantik Utara.

    Menanggapi situasi tersebut, Sugiono menekankan bahwa Indonesia tidak akan mengambil sikap yang berpihak pada blok atau kekuatan tertentu. 

    Pemerintah, kata dia, akan terus mengedepankan pendekatan yang berorientasi pada perdamaian dan stabilitas global.

    Baca Juga: Trump Klaim Akses Militer Total ke Greenland, Denmark: Kedaulatan Tak Bisa Dinegosiasikan

    Indonesia juga menilai bahwa perdamaian dan stabilitas merupakan prasyarat utama bagi terciptanya kemakmuran dunia. 

    Tanpa keduanya, upaya membangun kesejahteraan global akan sulit terwujud.

    “Kita mengharapkan perdamaian, kita mengharapkan stabilitas seperti yang disampaikan juga kemarin oleh Bapak Presiden," kata Sugiono.

    "Bahwa tanpa stabilitas, tanpa perdamaian, tidak mungkin mencapai suatu keadaan yang dimana dunia ini makmur, dimana masyarakatnya makmur. Jadi saya kira itu yang menjadi posisi kita,” tegasnya.

    Pemerintah menegaskan, sikap Indonesia dalam menyikapi berbagai konflik dan ketegangan internasional akan selalu ditentukan oleh kepentingan nasional, bukan tekanan atau kepentingan pihak tertentu. 

    Prinsip ini, menurut Sugiono, menjadi pegangan utama Indonesia dalam menjaga konsistensi politik luar negeri di tengah peta geopolitik global yang terus berubah. 

    Baca Juga: Mengapa Greenland Jadi Kunci Perang Nuklir? Ini Alasan AS Ngotot Lewat Proyek Golden Dome

     


    Komentar
    Additional JS