0
News
    Home Amran Sulaiman Berita HET Mentan Pupuk

    Mentan Amran Cabut Izin 2.300 Distributor Pupuk Subsidi karena Tak Patuhi HET - inews

    2 min read

     

    Mentan Amran Cabut Izin 2.300 Distributor Pupuk Subsidi karena Tak Patuhi HET

    Tangguh Yudha
    Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat memberikan sambutan dalam acara pengumuman swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). (Foto: Tangkapan Layar)

    JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman melakukan langkah tegas dalam menertibkan distribusi pupuk bersubsidi. Adapun, sepanjang setahun terakhir pihaknya telah mencabut izin sekitar 2.300 distributor pupuk yang terbukti menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).

    Hal ini disampaikan Amran di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat pengumuman swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Dia menegaskan, pencabutan izin dilakukan tanpa kompromi sebagai bentuk perlindungan terhadap petani.

    "Begitu naik harga dari HET, main-main kita langsung cabut izinnya. Dan pada hari itu juga, langsung kita cabut," kata Amran.

    Selain mencabut izin distributor, Amran juga mengungkapkan adanya penindakan hukum terhadap pelanggaran distribusi pupuk. Saat ini, tercatat sebanyak 76 pihak telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyimpangan pupuk.

    Tak hanya menyasar pihak eksternal, Kementerian Pertanian (Kementan) juga melakukan pembersihan internal. Amran menyebut, sebanyak 192 pegawai Kementan dicopot dari jabatannya karena terlibat praktik curang atau memiliki kinerja buruk.

    "Dari dalam, Kementerian Pertanian, ada 192. Satu tahun. Pejabat kementerian kami copot. Ada kami pecat, ada yang masuk penjara," tuturnya.

    Amran menambahkan, langkah tegas ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo untuk memastikan tata kelola pupuk berjalan baik dan berpihak kepada petani.

    Dia menegaskan tidak akan ragu mencopot pejabat atau pihak mana pun yang terbukti melanggar aturan.

    "Jadi kalau lima tahun, kalau kami ditakdirkan kalau tidak reshuffle, ini berarti dua kali seribu, Bapak Presiden, habis. Jadi kami beritahu, kinerja tidak baik, main-main, perintah Bapak Presiden, kamu harus dicopot," kata dia.

    Editor : Aditya Pratama
    Komentar
    Additional JS