0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Gaza Konflik Timur Tengah Somalia Somaliland Spesial

    Menteri Somalia Tuding Israel Berencana Usir Warga Gaza ke Somaliland - SindoNews

    3 min read

      

    Menteri Somalia Tuding Israel Berencana Usir Warga Gaza ke Somaliland

    Minggu, 11 Januari 2026 - 21:24 WIB

    Menteri Somalia tuding Israel berencana usir warga Gaza ke Somaliland. Foto/X
    A
    A
    A
    GAZA - Menteri Pertahanan Somalia Ahmed Moalim Fiqi mengatakan Israel berencana untuk mengusir warga Palestina yang tinggal di Jalur Gaza dan secara paksa mengirim mereka ke Somaliland.

    Menanggapi langkah Israel untuk mengakui Somaliland dan perkembangan terkini di Gaza, Fiqi mengatakan kepada Al Jazeera dalam sebuah wawancara pada hari Sabtu bahwa Tel Aviv telah menyusun rencana untuk mengusir warga Palestina di Gaza ke wilayah Somaliland yang memisahkan diri.

    Ia mengatakan Somalia telah “mengkonfirmasi informasi bahwa Israel memiliki rencana untuk memindahkan warga Palestina dan mengirim mereka ke [Somaliland].”

    Langkah Israel tersebut merupakan “pelanggaran serius” terhadap hukum internasional, tambahnya.

    Fiqi mengatakan kepada Al Jazeera dalam sebuah wawancara sebelumnya bahwa Somaliland telah menerima tiga syarat yang ditetapkan Israel untuk pengakuannya: relokasi warga Palestina di Somaliland, pendirian pangkalan militer di pantai Teluk Aden, dan bergabung dengan apa yang disebut Perjanjian Abraham untuk menormalisasi hubungan dengan rezim pendudukan.

    Baca Juga: Terus Pantau Perkembangan Iran, Israel Siagakan Militernya

    Ia mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menarik pengakuan diplomatik Tel Aviv terhadap “wilayah separatis” tersebut, menggambarkan langkah yang diumumkan akhir tahun lalu itu sebagai “serangan langsung” terhadap kedaulatan Somalia.

    Ia mengatakan rezim Israel sedang mengejar strategi untuk memecah belah negara-negara regional, dan menunjukkan bahwa pengakuan Tel Aviv terhadap Somaliland adalah bagian dari rencana yang lebih besar.

    “Israel telah lama memiliki tujuan dan rencana untuk memecah belah negara-negara — mungkin selama 20 tahun — dan mereka ingin membagi peta [Asia Barat] dan mengendalikan negara-negara di sana. Inilah sebabnya mereka menemukan kelompok separatis ini di Somalia barat laut.”

    Menteri Luar Negeri Israel mengatakan kepada Channel 14 milik rezim tersebut pekan lalu bahwa pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza ke Somaliland “bukan bagian dari kesepakatan kami.”

    Gideon Saar mengatakan, “Kami memiliki banyak topik di bidang politik, keamanan, pembangunan, dan lainnya yang akan kami bahas dengan Somaliland… Dan saya dapat mengatakan ini bukan bagian dari kesepakatan kami.”

    Saar tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang kesepakatan mereka. Rezim Israel adalah satu-satunya entitas yang mengakui Somaliland sebagai negara merdeka yang terpisah dari Somalia.

    Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud mengatakan bahwa negaranya sangat menentang setiap upaya pemindahan paksa warga Palestina dari Jalur Gaza.

    Mohamud menekankan bahwa negaranya tidak akan pernah menjadi arena agresi terhadap negara lain dan menentang pemindahan perang ke wilayahnya.

    Ia mengatakan langkah Tel Aviv untuk mengakui Somaliland sebagai entitas independen merupakan pelanggaran terberat terhadap kedaulatan Somalia dan menolak setiap upaya untuk menyeret krisis regional ke Somalia.

    (ahm)
    Komentar
    Additional JS