0
News
    Home Berita BMKG Fenomena Fenomena Alam Taman Nasional Komodo Whirlpool

    Muncul di Taman Nasional Komodo, Apa Itu Fenomena Whirlpool? Ini Kata BMKG - Kompas

    6 min read

     

    Muncul di Taman Nasional Komodo, Apa Itu Fenomena Whirlpool? Ini Kata BMKG

    KOMPAS.com – Fenomena pusaran arus laut atau whirlpool terjadi di perairan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur.

    Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial sejak Rabu (14/1/2026).

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Video direkam nelayan yang sedang melintas lalu dibagikan oleh pelaku wisata setempat, Budi Widjaja, melalui akun Facebook pribadinya.

    Dalam rekaman, pusaran arus di tengah laut terlihat cukup kuat di tengah jalur pelayaran.

    5 Hal Seru di Kalijodo dengan Teman, Anak, dan Pasangan

    Lantas, bagaimana proses terjadinya whirlpool di Taman Nasional Komodo?

    Baca juga: BMKG Peringatkan Potensi Pasang Laut hingga 2,9 Meter di Kaltim, Warga Diimbau Waspada

    Bagaimana Proses Terjadinya Whirlpool?

    Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Seran, menjelaskan bahwa perairan Taman Nasional Komodo memiliki karakter semi tertutup dan relatif terlindungi dari gelombang laut lepas.

    Karena itu, gelombang tinggi di kawasan ini tidak bersifat menetap dan biasanya muncul pada kondisi tertentu, seperti menjelang hujan disertai angin kencang.

    Namun, Maria menegaskan bahwa faktor utama yang perlu diwaspadai di perairan tersebut bukan gelombang, melainkan dinamika arus laut.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    “Perairan ini sering ditandai oleh keberadaan pusaran arus (whirlpool), pertemuan arus, dan arus balik yang dipengaruhi oleh variasi batimetri yang tajam, topografi kepulauan yang kompleks, serta banyaknya celah sempit antar pulau,” kata Maria, dikutip dari Kompas.com, Kamis (15/1/2026).

    Ia menjelaskan, arus dari Laut Flores, Selat Sumba, dan Samudra Hindia masuk secara bersamaan ke wilayah ini sehingga menciptakan efek bottle neck yang membuat arus semakin kuat dan tidak stabil.

    Baca juga: BMKG Peringatkan Pasang Laut Tinggi di Pesisir Kaltim 19–20 Januari 2026

    Apa Faktor yang Mendukung Terjadinya Whirlpool?

    Menurut Maria, dinamika arus tersebut semakin dipengaruhi oleh kondisi pasang surut, khususnya pada fase peralihan.

    “Dinamika ini semakin dipengaruhi oleh pasang surut, terutama pada fase peralihan, misalnya dari fase pasang tertinggi menuju surut yang dapat memicu pusaran dan arus menyilang," ujar Maria.

    Ia menambahkan bahwa fenomena arus ini bersifat sangat lokal dan dipengaruhi kondisi topografi permukaan maupun dasar laut.

    "Karena bersifat lokal dan sangat dipengaruhi topografi atas dan topografi bawah laut atau batimetri, fenomena arus ini tidak selalu tercermin dalam prakiraan tinggi gelombang, sehingga risiko pelayaran tetap dapat terjadi meskipun kondisi gelombang terpantau rendah," katanya lagi.

    Maria menyebut, pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) bersama unsur maritim lainnya telah memiliki peta wilayah rawan pusaran arus di perairan Taman Nasional Komodo.

    Fenomena whirlpool sendiri tidak muncul sepanjang waktu, tetapi dapat terjadi berulang pada momen tertentu dalam siklus pasang surut harian.

    Baca juga: Sederet Fakta Penculikan WNI oleh Bajak Laut di Gabon, Ini Respons Pemerintah Indonesia

    Apa Dampak Whirlpool bagi Pelayaran?

    Maria menegaskan bahwa pusaran arus lebih berisiko terhadap kemampuan manuver kapal dibandingkan gelombang tinggi.

    Whirlpool dan arus kuat berpotensi membuat kapal sulit dikendalikan, terutama bagi awak yang tidak memahami karakteristik perairan setempat.

    Ia menyebut, insiden pelayaran yang terjadi umumnya berkaitan dengan kesalahan manuver di area berarus kuat.

    “Biasanya awak kapal yang sering wara-wiri di TN Komodo sudah paham karakteristik di perairan ini. Diantisipasi dengan perencanaan rute, timing atau waktu berlayar, dan pemantauan pasang surut,” katanya.

    (Sumber: Kompas.com/Nansianus Taris | Editor: Novianti Setuningsih)

    Baca juga: Kronologi 4 WNI Diculik Bajak Laut di Perairan Gabon, Pelaku Bersenjata

    Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

    Komentar
    Additional JS