Pejabat Senior Rusia Ingatkan AS: Serang Iran Bakal Jadi Kesalahan Terbesar - PAGE ALL : Okezone News
Pejabat Senior Rusia Ingatkan AS: Serang Iran Bakal Jadi Kesalahan Terbesar - PAGE ALL : Okezone News
JAKARTA - Pejabat senior Rusia, Leonid Slustky, mengingatkan intervensi militer Amerika Serikat (AS) di Iran berisiko menggoyahkan seluruh kawasan.
“Jika Gedung Putih memutuskan untuk melakukan agresi terhadap Teheran, itu akan menjadi kesalahan terbesar Washington,” kata Slutsky yang memimpin Komite Urusan Internasional di majelis rendah parlemen Rusia, melansir TASS milik.
“Dalam kegilaan minyaknya, Amerika Serikat siap untuk menghancurkan tidak hanya pasar komoditas… tetapi juga secara efektif menggoyahkan seluruh kawasan,” ucapnya.
Slutsky, yang memimpin Partai Demokrat Liberal Rusia, kemudian mengklaim gerakan protes di Iran dipicu kekuatan asing yang mendorong perubahan rezim.

“Para politisi Barat secara efektif telah menyetujui hal ini dengan menyerukan para pengunjuk rasa untuk melanjutkan bentrokan jalanan dan menggulingkan otoritas yang terpilih secara sah,” katanya.
Amerika Serikat (AS) menarik sebagian personel dari pangkalan militer Al-Udeid di Qatar. Penarikan pasukan ini seiring ucapan Presiden AS, Donald Trump, mempertimbangkan untuk mengambil tindakan terhadap Iran atas tindakan kerasnya terhadap demonstran.
Pemerintah Qatar menyatakan langkah-langkah AS ini sebagai respons atas kondisi di Timur Tengah.

"Sebagai tanggapan terhadap ketegangan regional saat ini," demikian pernyataan pemerintah Qatar, melansir BBC, Kamis (15/1/2026).
Al-Udeid adalah pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah dan sekitar 10.000 personel ditempatkan di sana, serta sekitar 100 staf Inggris. Tidak jelas berapa banyak yang akan pergi.

Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan, dirinya mengaku telah menerima informasi bahwa pembunuhan telah berhenti di Iran. Ia mendapatkan informasi itu dari sumber terpercaya.
"Pembunuhan di Iran sedang berhenti, telah berhenti dan tidak ada rencana untuk eksekusi," katanya melansir Al Jazeera.
"Saya telah diberitahu hal itu dari sumber yang dapat dipercaya," ucapnya.
Di sisi lain, Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS mengatakan, sejauh ini mereka telah mengkonfirmasi pembunuhan 2.403 demonstran, serta 12 anak-anak, meskipun terjadi pemadaman internet. Lebih dari 18.434 demonstran telah ditangkap selama kerusuhan, demikian laporan kelompok tersebut.
(Erha Aprili Ramadhoni)