0
News
    Home Berita Cambridge University Featured Pendidikan Pendidikan Tinggi Prabowo Subianto Spesial

    Pengamat Usul Matrikulasi Bahasa Inggris Dukung Ide Prabowo Bangun Kampus Standar Cambridge - Inilah

    4 min read

     

    Pengamat Usul Matrikulasi Bahasa Inggris Dukung Ide Prabowo Bangun Kampus Standar Cambridge


    Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan visi pendidikan Indonesia di depan perwakilan sejumlah universitas yang tersebar di Inggris di Lancaster House, London, Selasa (20/1/2026). (Foto: Biro Setpres)

    Ukuran Font
    KecilBesar

    Pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina, Totok Amin Soefijanto, menilai penguatan pendidikan tinggi berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) serta kedokteran menjadi kebutuhan mendesak di Indonesia saat ini.

    Ia menyebut, selama ini komposisi pendidikan tinggi di Tanah Air masih didominasi oleh bidang ilmu sosial dan humaniora. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh minat generasi muda yang cenderung menghindari bidang sains dan teknologi.

    “Selama ini, pendidikan tinggi kita masih didominasi ilmu sosial dan humaniora, karena memang minat anak-anak kita ke arah situ. Selain itu, jarang ada lapangan pekerjaan yang membutuhkan keahlian sains dan teknologi atau STEM tersebut,” ujar Totok kepada inilah.com, Kamis (22/1/2026).

    Totok menambahkan, terdapat anggapan di kalangan pelajar bahwa jurusan yang sarat hitung-hitungan dan rumus sulit cenderung dihindari. Akibatnya, pengembangan bidang STEM tertinggal dibandingkan disiplin ilmu lainnya.

    Menanggapi rencana Presiden Prabowo Subianto membangun 10 kampus baru yang berfokus pada STEM dan kedokteran dengan mengadopsi kurikulum Cambridge, Totok menekankan pentingnya kesiapan bahasa Inggris bagi calon mahasiswa.

    “Kita harus memastikan bahwa anak-anak kita yang akan belajar di kampus yang berafiliasi ke Inggris tersebut benar-benar menguasai bahasa Inggris agar efektif dalam penguasaan ilmunya dan dapat selesai sesuai dengan batas masa studinya,” tuturnya.

    Ia bahkan mengusulkan adanya masa persiapan akademik sebelum perkuliahan dimulai.

    “Kalau perlu, disiapkan matrikulasi satu atau dua semester dulu untuk memastikan penguasaan bahasa Inggrisnya,” pungkas Totok.

    Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi ternama Inggris untuk berkolaborasi mendirikan 10 universitas baru di Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, London, Selasa (20/1/2026).

    “Kita ingin mengajak kerja sama nanti, mereka sudah banyak kerja sama dengan UI, Gajah Mada, dengan banyak universitas. Mereka juga sudah punya kampus di kita, ada di Singosari, ada di Bandung, di bidang yang kita butuh, bidang digital, bidang teknologi,” kata Prabowo.

    Menurut Prabowo, percepatan pembangunan kampus bertaraf internasional diperlukan agar Indonesia mampu mengejar ketertinggalan kualitas pendidikan global.

    “Jadi kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar, kita harus punya tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya, sederajat dengan yang terbaik di dunia,” ujarnya.

    Prabowo juga menyoroti krisis tenaga medis nasional. Ia menyebut Indonesia masih kekurangan sekitar 140 ribu dokter dan dokter gigi, sementara jumlah lulusan tahunan belum mampu menutup kebutuhan tersebut.

    “Kami hanya menghasilkan sekitar 9 ribu dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun,” ungkapnya.

    Untuk mengatasi persoalan itu, pemerintah berencana membangun 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi. Seluruh kampus akan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

    “Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris,” kata Prabowo.

    Mahasiswa yang diterima akan diseleksi dari lulusan terbaik dan memperoleh beasiswa penuh dari pemerintah. Sebelum memulai perkuliahan, mereka diwajibkan mengikuti pelatihan intensif bahasa Inggris. Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan British Council, termasuk penerapan standar IELTS.

    Selain itu, Prabowo memaparkan rencana pembangunan rumah sakit pendidikan berstandar internasional di setiap kampus guna meningkatkan mutu layanan kesehatan nasional.

    “Menurut pendapat saya, jika kita melakukan itu, mungkin kita bisa menghemat USD 6 miliar setiap tahun, yang uangnya dapat disalurkan ke universitas dan rumah sakit ini,” tuturnya.

    Ia menegaskan Indonesia terbuka bagi dosen dan profesor asing, termasuk melalui skema profesor tamu dari universitas mitra. Prabowo optimistis seluruh persiapan dapat dirampungkan sehingga kampus-kampus baru tersebut mulai menerima mahasiswa pada 2028.

    “Dan pada awal tahun 2028, kita bisa memiliki kelompok pertama di Indonesia. Jadi rencananya adalah untuk membangun sebuah kawasan yang terdiri dari universitas-universitas ini, dan kita harus menjamin kualitas hidup, keselamatan, dan keamanan seluruh kampus agar menarik bagi dosen asing untuk bekerja di Indonesia,” katanya.


    Komentar
    Additional JS