0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Spesial

    Petani Eropa Tutup Tahun 2025 dengan Protes Besar Menolak Perjanjian Mercosur - Netral News

    2 min read

     

    Petani Eropa Tutup Tahun 2025 dengan Protes Besar Menolak Perjanjian Mercosur

    31 Dec 2025 12:05

    Traktor Blokade Jalanan Brussels dan Polandia demi Keadilan Harga dan Standar Impor


    Ilustrasi demonstrasi.

    (Pexels/Mitchell Luo)

    BRUSSELS – Gelombang protes petani kembali mengguncang jantung Uni Eropa di Brussels, Belgia, serta merambat ke jalur-jalur utama di Polandia pada akhir Desember 2025. Para petani menggunakan traktor untuk memblokade jalanan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan perdagangan bebas.

    Aksi ini dipicu oleh rencana ratifikasi perjanjian dagang antara Uni Eropa dan blok Mercosur (Brasil, Argentina, Paraguay, Uruguay, dan Bolivia). Perjanjian tersebut dikhawatirkan akan membanjiri pasar Eropa dengan produk pertanian murah yang memiliki standar lingkungan lebih rendah.

    Di Polandia, lebih dari 160 titik jalan nasional dan perbatasan diblokade oleh para petani pada Selasa (30/12/2025). Mereka mendesak pemerintah setempat untuk secara tegas menolak kesepakatan tersebut demi menjaga kedaulatan pangan nasional dan harga produk lokal.

    Para petani menyatakan bahwa masuknya daging sapi, unggas, dan gula dari Amerika Selatan akan menghancurkan peternakan keluarga di Eropa. Hal ini disebabkan oleh tingginya biaya produksi di Eropa akibat regulasi lingkungan yang sangat ketat dibandingkan negara-negara Mercosur.

    Menanggapi tekanan tersebut, komisi Uni Eropa mulai membahas paket penyederhanaan birokrasi bagi petani yang direncanakan berlaku pada 2026. Selain itu, muncul usulan mengenai dana kompensasi bagi petani yang terdampak langsung oleh perjanjian perdagangan internasional.

    Hingga berita ini diturunkan, jadwal penandatanganan kesepakatan Mercosur yang semula ditargetkan pada Desember 2025, dilaporkan mengalami penundaan hingga Januari 2026. Para aktivis tani mengancam akan melakukan aksi lebih besar jika tuntutan mereka tidak dipenuhi oleh para pemimpin Uni Eropa.

    Komentar
    Additional JS