0
News
    Home Berita Featured Kasus Kriminal Spesial

    Polisi Sebut Sindikat Perdagangan Bayi di Medan Beroperasi sejak 2023 - Beritasatu

    2 min read

     

    Polisi Sebut Sindikat Perdagangan Bayi di Medan Beroperasi sejak 2023


    Ilustrasi perdagangan bayi. (Freepik/Istimewa)

    Jakarta, Beritasatu.com - Sindikat perdagangan bayi di Medan melalui media sosial (medsos) dibongkar kepolisian. Polisi menyebut, sindikat tersebut sudah beroperasi sejak 2023.

    "Berdasarkan keterangan dari salah satu pelaku utama yang merupakan asisten berinisial HT, bahwa sindikat perdagangan bayi di Medan ini sudah beroperasi sejak 2023," kata Kasatreskrim Polrestabes medan AKBP Bayu Putro dikutip dari Beritasatu TV, Jumat (16/1/2026).

    AKBP Bayu Putro mengatakan, jaringan sindikat perdagangan bayi tersebut bukan saja berada di Medan tetapi terdapat di sejumlah wilayah Sumatera.

    "Jaringan mereka tidak di Kota Medan saja, tetapi dari Pekanbaru, Aceh, Balige, dan daerah Sumatera Utara lainnya," ucapnya lagi.

    Ia menyebut, terbongkarnya sindikat perdagangan bayi tersebut berawal dari informasi patroli cyber. Kemudian, kepolisian melakukan penyelidikan hingga menemukan rumah yang diduga sebagai penampungan bayi.

    "Awalnya, kami mendapatkan informasi dari patroli cyber. Kemudian pada 13 Januari 2026, kami mendapatkan informasi yang valid sehingga membuat kami bergerak untuk melakukan penyelidikan, dan membongkar adanya aktivitas itu sebagai tempat penampungan sementara," jelasnya.

    "Dari hasil pengembangan di lapangan, lokasi tersebut dijadikan penampungan dan sering ibu hamil bergantian keluar masuk di rumah tersebut," tambahnya.

    AKBP Bayu Putro menjelaskan, pada saat itu pihaknya mengamankan seorang ibu hamil yang berusia delapan bulan.

    "Saat mengamankan pertama kali, kami menemukan ibu hamil yang sudah berusia delapan bulan dan mendekati melahirkan," tuturnya.

    AKBP Bayu Putro memastikan telah mengantongi sejumlah nama yang sudah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) demi memberantas perdagangan bayi di wilayahnya itu.

    "Kami masih menyelesaikan perkara awal, dan masih ada DPO lainnya yang masih kami buru. Kami juga masih mengembangkan pelaku lainnya yang sudah masuk list kita," tutupnya.


    Komentar
    Additional JS