Pramono: Perilaku Buang Sampah di Sungai Harus Dihilangkan! - Viva
Jakarta, VIVA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan agar perilaku membuang sampah di sungai dihilangkan dari Kota Jakarta.
Pramono mengatakan hal itu menanggapi adanya 137 ton sampah yang diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dari kawasan pesisir Tanggul Laut Muara Baru, Jakarta Utara.
Ilustrasi Sampah di Tangerang Selatan
- ANTARA/HO-Pemkot Tangsel
“Kemarin yang di muara baru kan langsung kita tangani, kita bersihkan. Dan ini juga menjadi peringatan bagi seluruh warga Jakarta agar perilaku membuang sampah di sungai itu ya harus dihilangkan di Jakarta,” kata Pramono di Jakarta Pusat, dikutip Selasa, 20 Januari 2026.
Adapun pengangkutan sampah itu dilakukan secara bertahap dengan peningkatan intensitas setiap harinya sejak Jumat, 17 Januari 2026.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto menjelaskan pada hari pertama, petugas mengangkut 35 ton sampah, kemudian 25 ton pada hari kedua, dan pada Minggu, 18 Januari 2026, 77 ton sampah terangkut.
Pada hari ketiga, DLH DKi memperkuat penanganan dengan mengerahkan 100 petugas kebersihan, 12 unit ponton, tujuh unit truk sampah tipe kecil, enam unit truk tipe besar, dua unit ekskavator, serta dua unit perahu karet.
“Penanganan juga didukung berbagai alat bantu seperti APD, serokan sampah, cangkrang, dan kontainer sampah untuk mempercepat proses pengangkutan,” ujar Asep.
DLH DKI menerapkan metode pemasangan sekatan dari material High-Density Polyethylene (HDPE) dan bambu untuk menahan pergerakan sampah agar tidak menyebar ke perairan yang lebih luas.
Tumpukan sampah di Sungai Cimanuk, Garut, Jawa Barat
- Diki Hidayat
Cara ini juga dinilai mempermudah pengumpulan dan pemuatan ke armada angkut.
“Ke depan, kami akan memperkuat sekatan secara lebih permanen di seluruh zona serta menyiapkan armada cadangan, terutama saat terjadi hujan,” katanya. (Ant)