0
News
    Home Amerika Serikat Dunia Internasional Featured Nicolas Maduro Spesial Venezuela

    Profil Presiden Venezuela Nicolas Maduro: Dari Sopir Bus hingga Ditangkap AS - Viva

    3 min read

     

    Profil Presiden Venezuela Nicolas Maduro: Dari Sopir Bus hingga Ditangkap AS

    Selasa, 6 Januari 2026 - 00:34 WIB
    Oleh :
    Sumber :
    • The Sun
    Photo Mini 1Photo Mini 2
    Share :

    VIVA – Amerika Serikat melancarkan serangan berskala besar ke Venezuela, sebuah eskalasi yang langsung mengguncang peta geopolitik kawasan Amerika Latin. Operasi tersebut tidak hanya berupa serangan udara, tetapi juga berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya oleh pasukan elite AS.

    Baca Juga :

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan langsung operasi itu melalui Truth Social. Dalam pernyataannya, Trump menyebut Maduro dan istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela.

    Di tengah sorotan global atas penangkapan tersebut, sosok Nicolas Maduro kembali menjadi perhatian. Pria kelahiran 23 November 1962 itu bukan berasal dari elite politik tradisional.

    Baca Juga :

    Mengutip beberapa sumber Selasa, 6 Januari 2026, karier politik Maduro justru bermula dari profesinya sebagai sopir bus dan aktivis serikat buruh, sebelum akhirnya terjun ke panggung politik nasional.

    Presiden Venezuela Nicolas Maduro tiba di AS usai ditangkap

    Photo :
    • Ist

    Langkah Maduro memasuki lingkar kekuasaan dimulai ketika ia terpilih sebagai anggota Majelis Nasional pada tahun 2000. Kedekatannya dengan Presiden Hugo Chavez kemudian membawanya menduduki sejumlah jabatan strategis, mulai dari Menteri Luar Negeri hingga Wakil Presiden Venezuela.

    Setelah Chavez meninggal dunia pada 5 Maret 2013, Maduro diproyeksikan sebagai penerusnya. Pemilihan presiden khusus yang digelar pada 14 April 2013 mengantarkan Maduro ke kursi presiden dengan perolehan suara 50,62 persen. Ia resmi dilantik pada 19 April 2013 dan sejak saat itu memimpin Venezuela di tengah tekanan ekonomi dan politik yang kian berat.

    Hubungan Maduro dengan Amerika Serikat, khususnya di era kepemimpinan Donald Trump, telah lama berada dalam kondisi tegang. Salah satu pemicunya adalah tudingan AS yang menuduh Maduro terlibat dalam jaringan penyelundupan narkoba ke Amerika Serikat.

    Ketegangan itu kembali meningkat pada November 2025, ketika Pemerintah AS menetapkan kartel Venezuela sebagai organisasi teroris asing atau Foreign Terrorist Organization (FTO). Kartel yang dimaksud adalah Cartel de los Soles, kelompok yang oleh otoritas AS diklaim dijalankan oleh Maduro.

    Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan kelompok tersebut bertanggung jawab atas kekerasan teroris dan ancaman keamanan di kawasan. Pernyataan itu memperkuat posisi Washington dalam menempatkan Maduro sebagai target utama kebijakan keras AS terhadap Venezuela.

    Langkah hukum pun disiapkan. Jaksa Agung AS Pam Bondi menegaskan bahwa Maduro akan dihadapkan pada proses hukum di Amerika Serikat. Dalam unggahannya di platform X, Bondi merinci dakwaan terhadap Maduro, mulai dari konspirasi narkoterorisme, konspirasi impor kokain, hingga kepemilikan senapan mesin dan alat perusak yang ditujukan terhadap AS.

    Serangan militer dan penangkapan Maduro menjadi titik kulminasi dari konflik panjang antara kedua negara. Peristiwa ini tidak hanya mengakhiri kekuasaan Maduro secara dramatis, tetapi juga membuka fase baru hubungan AS–Venezuela yang berpotensi berdampak luas bagi stabilitas regional.

    Komentar
    Additional JS