0
News
    Home Berita Dewan Perdamaian Donald Trump Dunia Internasional Featured PBB Sekjen PBB Spesial

    Sekjen PBB Singgung Bahaya “Hukum Rimba” Global di Tengah Munculnya Dewan Perdamaian Trump - Kompas

    5 min read

     

    Sekjen PBB Singgung Bahaya “Hukum Rimba” Global di Tengah Munculnya Dewan Perdamaian Trump

    KOMPAS.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres membela keberadaan Dewan Keamanan PBB sebagai benteng terakhir dalam menjaga perdamaian dan keamanan global di tengah dunia yang kian menjauh dari supremasi hukum.

    Dalam pernyataannya di hadapan Dewan Keamanan PBB, Senin (26/1/2026) waktu setempat, Guterres menegaskan, Dewan Keamanan merupakan satu-satunya badan internasional yang memiliki kewenangan hukum untuk mengambil keputusan yang mengikat terkait perdamaian dan keamanan dunia.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    “Di berbagai belahan dunia, supremasi hukum sedang digantikan oleh hukum rimba,” ujar Guterres.

    Baca juga: Menhan Tunggu Arahan Kemlu soal Iuran Wajib Dewan Perdamaian Buatan Trump

    Ia menyoroti semakin maraknya pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional serta pengabaian terhadap Piagam PBB.

    Menlu Sebut Iuran Anggota Dewan Perdamaian Buatan Trump untuk Rekonstruksi Palestina

    Menurut Guterres, Piagam PBB dan dokumen-dokumen turunannya dengan tegas melarang ancaman maupun penggunaan kekuatan bersenjata, serta mengikat seluruh negara, baik besar maupun kecil, pada aturan yang sama.

    “Tidak ada pengecualian,” katanya, sebagaimana dilansir Kantor berita AFP.

    Di tengah munculnya Dewan Perdamaian buatan Trump

    Guterres menekankan, di tengah banyaknya inisiatif global yang bermunculan, Dewan Keamanan PBB tetap menjadi satu-satunya lembaga yang secara resmi diberi mandat oleh Piagam PBB untuk bertindak atas nama seluruh negara anggota dalam urusan perdamaian dan keamanan internasional.

    Ia juga menegaskan, tidak ada badan lain, termasuk koalisi ad hoc, yang secara sah dapat mewajibkan negara-negara anggota mematuhi keputusannya atau memberikan legitimasi hukum internasional atas penggunaan kekuatan bersenjata.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Baca juga: Indonesia Gabung “Dewan Perdamaian” Trump, Komisi I: Tidak untuk Ikut Tempur

    Pernyataan tersebut disampaikan Guterres tanpa secara langsung menyinggung “Board of Peace” atau Dewan Perdamaian yang diluncurkan dan dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    Telah beredar luas narasi bahwa badan tersebut dibentuk sebagai upaya untuk menyaingi peran PBB dalam menjaga perdamaian global.

    Berbeda dengan PBB di mana seluruh negara anggota memiliki suara dan lima negara besar memegang hak veto, “Board of Peace” dipimpin langsung oleh Trump.

    Presiden AS itu sebelumnya menyatakan PBB belum mampu mewujudkan potensi maksimalnya.

    Peluncuran badan tersebut dilakukan pekan lalu di Davos, Swiss, dengan dihadiri sejumlah pemimpin dunia, termasuk dari Indonesia.

    Baca juga: Mayoritas Negara Anggota Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump Justru Dibatasi Masuk AS

    Namun, sejumlah sekutu utama Barat dilaporkan masih bersikap skeptis terhadap efektivitas dan legitimasi inisiatif tersebut.

    Guterres menegaskan, dunia perlu “kembali ke jalur yang benar” dalam menegakkan hukum internasional.

    Ia juga menekankan bahwa negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB memikul tanggung jawab khusus untuk memberi teladan dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global.

    “Anggota Dewan Keamanan harus memimpin dengan memberi contoh,” kata Guterres.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS