0
News
    Home Featured Kuliner Serabi Kalibeluk Spesial

    Serabi Kalibeluk Batang Sukses "Guncang" Dunia Kuliner Tradisional, Dibuatnya dengan Cara Kuno - VIVA

    6 min read

     

    Serabi Kalibeluk Batang Sukses "Guncang" Dunia Kuliner Tradisional, Dibuatnya dengan Cara Kuno

    Jumat, 2 Januari 2026 - 11:10 WIB
    Oleh :
    Serabi Batang, Jawa Tengah.
    Share :

    Jateng – Serabi Kalibeluk adalah penganan legendaris khas Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), yang telah bertahan sejak zaman Kerajaan Mataram Islam pada era Sultan Agung, sekitar tahun 1663.

    Baca Juga :

    Kuliner ini bermula dari sosok Nyai Randinem (Mbok Rondo) yang pertama kali membuat dan mengembangkannya. Resepnya diperoleh dari Ki Ageng Cempaluk dari Pekalongan, ayahanda Tumenggung Bahurekso, Senopati Kerajaan Mataram Islam yang dikenal sebagai pembuka jalan di Alas Roban.

    Ciri khas Serabi Kalibeluk terletak pada ukurannya yang jumbo, dengan diameter sekitar 10 sentimeter, serta teksturnya yang berongga dan lembut. Varian rasanya terdiri dari original (gurih) dan gula merah (manis legit). Proses pembuatannya tetap tradisional: adonan kental dari beras dan kelapa dituang ke wajan tanah di atas tungku kayu bakar, dengan penggilingan beras menggunakan alu dan lumpang modifikasi.

    Baca Juga :

    Orang mungkin akan berpikir dan bertanya, mengapa Serabi Kalibeluk bisa terkenal dan digemari masyarakat? Padahal yang namanya serabi di mana-mana sama saja dari bahan-bahan yang disediakan sampai proses pengolahannya.

    Selain rasa yang otentik, yang membedakan Serabi Kalibeluk dengan serabi-serabi lainnya adalah unsur kesejarahan dan trade mark yang sudah kelewat melekat di benak publik sehingga menimbulkan kesan istimewa; Terjadi semacam proses legitimasi dalam budaya kuliner yang menimbulkan fanatisme masyarakat dalam memilih jajanan

    Baca Juga :

    Awalnya hanya dibuat oleh tiga orang, namun sejak 2008 jumlah perajin bertambah menjadi belasan orang seiring meningkatnya permintaan. Seorang perajin, Fadhilah, menyatakan bahwa resep yang digunakannya adalah warisan turun-temurun. “Keaslian resep inilah yang menjaga cita rasa serabi tetap otentik hingga saat ini,” ungkapnya seperti dikutip dari Antara News, Jumat (2/11/2025). 

    Serabi ini bukan sekadar camilan, tetapi juga dianggap mengenyangkan dan sering disantap sebagai pengganti nasi. Harganya terjangkau, sekitar Rp15.000 per tangkup. Masyarakat dapat menikmatinya di Pasar Warungasem atau langsung di Kampung Kalibeluk sambil menyaksikan proses pembuatannya.

    Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Batang, Ulul Asmi, menegaskan bahwa Serabi Kalibeluk merupakan salah satu dari sepuluh kuliner khas daerah. “Oleh karena itu, untuk mengukuhkan makanan ini kami memproses agar Serabi Kalibeluk ini bisa memiliki Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) ke Kemenkum Provinsi Jawa Tengah,” katanya.

    Upaya tersebut berbuah hasil. Pada 16 November 2024, Serabi Kalibeluk resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) nasional oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Bambang Sudibyo, menyatakan, “Penetapan ini menjadi tonggak sejarah penting bagi pelestarian budaya lokal di Jawa Tengah. Ya, serabi Kalibeluk sudah menjadi WBTb.”

    Status ini mengukuhkan Serabi Kalibeluk tidak hanya sebagai produk dagang, tetapi juga sebagai simbol kearifan lokal yang mengandung nilai sejarah tinggi. Kuliner ini sering dijadikan buah tangan, bahkan telah dipromosikan hingga ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta. Keberadaannya perlu terus dilestarikan agar tidak tergerus oleh zaman.

    Sebagai warisan budaya tak benda, Serabi Kalibeluk tentu perlu dilestarikan keberadaannya dan diwariskan dari generasi ke generasi supaya tidak punah tergerus dinamika perkembangan kuliner yang kian beragam dan menggoda.

    Bagi masyarakat yang ingin mencicipi kuliner legendaris ini, dapat dengan mudah menjumpainya di Pasar Warungasem, Kabupaten Batang, maupun langsung datang ke rumah perajin serabi.

    Namun, jangan kaget jika pembeli akan kehabisan makanan tersebut, apabila tidak memesan terlebih dulu. Untuk mendapatkan serabi yang masih hangat, banyak warga yang sudah datang ke perajin sejak pagi, meski makanan ini mampu bertahan lama tidak basi.


    Artikel ini sudah tayang di VIVA.co.id pada hari Jumat, 2 Januari 2026 - 11:10 WIB
    Judul Artikel : Serabi Kalibeluk Batang Sukses "Guncang" Dunia Kuliner Tradisional, Dibuatnya dengan Cara Kuno
    Link Artikel : https://jateng.viva.co.id/jateng/4066-serabi-kalibeluk-batang-sukses-guncang-dunia-kuliner-tradisional-dibuatnya-dengan-cara-kuno?page=all
    Oleh : Rizky Adam

    Serabi Kalibeluk juga sering kali dijadikan sebagai buah tangan atau oleh-oleh.

    Share :
    Komentar
    Additional JS