Smartwatch Kopilot Farhan Gunawan Catat Pergerakan Langkah Kaki, Kakak Menangis: Ada Harapan
Smartwatch Kopilot Farhan Gunawan Catat Pergerakan Langkah Kaki, Kakak Menangis: Ada Harapan
Ringkasan Berita:
- Ponsel milik Kopilot Farhan Gunawan ditemukan di hutan, masih terhubung ke jam tangan pintar
- Timbul harapan baru setelah smartwatch mencatat adanya pergerakan langkah kaki Farhan
- Keluarga minta tim SAR diperbanyak untuk pencarian yang lebih intensif
TRIBUNTRENDS.COM - Secercah harapan muncul untuk keluarga Kopilot Farhan Gunawan yang turut jadi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026).
Harapan itu muncul setelah smartwatch atau jam tangan pintar milik Farhan mencatat adanya pergerakan langkah kaki.
Kesaksian ini disampaikan oleh Pitri Keandedes Hasibuan yang mengaku sebagai kakak dari kekasih Farhan.
Adik Pitri bernama Dian Mulyana Hasibuan merupakan pacar dari Farhan Gunawan yang sudah pacaran selama lima tahun.
Pitri menyebut bahwa ponsel milik Farhan telah ditemukan di hutan dan kini sudah berada di tangan Dian.
Ponsel tersebut ditemukan oleh tim SAR dan langsung diserahkan ke pihak keluarga pada Sabtu (17/1/2026).
Baca juga: Sebentar Lagi Menikah, Pramugari Florencia Lolita Wibisono Jadi Korban Pesawat ATR: Menyakitkan!
Menurut Pitri, ponsel itu masih terhubung ke jam tangan pintar yang dipakai oleh Farhan.

"Pesawat jatuh tanggal 17, terus tanggal 18 dilakukan pencarian.
Dan hp Farhan ada di hutan, terus hpnya udah dipegang sama adik saya.
Nah hpnya itu kehubung sama smartwatch-nya, terus dicek smartwatch-nya itu ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan.
Dari pagi jam 6 ada berapa langkah, terus jam 10 ada lagi, sampai malam juga ada, saya lupa jamnya berapa aja.
Intinya pergerakan kakinya itu makin lama makin bertambah," ungkap Pitri sambil menangis.
Dia lantas meminta agar tim pencari di lapangan diperbanyak guna pencarian yang lebih intensif.
Jika benar Farhan masih hidup, maka ini adalah hari ketiganya bertahan di hutan.
"Ini hari ketiganya di hutan, jadi tolong kepada Bapak Prabowo atau siapapun yang bisa memberikan bantuan.
Tolong turunkan sim SAR lebih banyak lagi pak sekaligus helikopter atau apa pak yang bisa menyelamatkan Farhan di hutan sana.
Saya mohon sekali pak, tolong selamatkan Farhan.
Baca juga: Video Deden Korban Pesawat ATR 42-500 Menyapa Keluarga dari Dalam Pesawat, Kirim Foto ke WA Keluarga
Karena Farhan sudah ngasih tanda-tanda," pungkas Pitri.
Sosok Farhan Gunawan
Farhan Gunawan merupakan alumnus Sekolah Islam Athirah Makassar.
Ia tercatat sebagai salah satu kru pesawat ATR 42‑500 bernomor registrasi PK‑THT yang hilang kontak sebelum ditemukan jatuh di wilayah hutan Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Sulsel.
Eks Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril menyebut Farhan sebagai sosok yang aktif sejak masa sekolah.
“Farhan pernah menjadi Ketua OSIS SMP Islam Athirah periode 2014-2015 dan Ketua OSIS SMA Islam Athirah periode 2016-2017,” ujarnya pada tribun-timur.com, Minggu (18/1/2026).
Farhan menamatkan pendidikan SMP pada tahun 2016, kemudian melanjutkan ke SMA Athirah.
Setelah lulus, ia menempuh pendidikan di Akademi Penerbangan Indonesia dan tercatat sebagai alumni Taruna.

Keluarga Co-Pilot Pesawat ATR 42-500, Farhan Gunawan, berangkat ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.
Baca juga: Video Deden Korban Pesawat ATR 42-500 Menyapa Keluarga dari Dalam Pesawat, Kirim Foto ke WA Keluarga
Kedua orang tua Farhan, berangkat dari Malili, Kabupaten Luwu Timur, tak lama setelah insiden hilangnya kontak pesawat milik Indonesia Air Transport, Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 Wita siang.
Bapak Farhan, Capt Gunawan dan sang Ibunda Hj Indah dikabarkan tiba di Makassar, Minggu (18/1/2026) subuh.
Kedatangan orang tua Farhan di Makassar demi menunggu kabar pasti anaknya yang kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Setelah dua hari pencarian, tim SAR gabungan lokasi pesawat yang ditumpangi crew dan penumpang berjumlah 10 orang itu mulai dipetakan.
Tim SAR gabungan telah menemukan serpihan puing pesawat berisi 10 orang itu di sejumlah titik lereng Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan.
"Basarnas masih bekerja di lokasi, dan kedua orang tuanya (Farhan) sudah ada di Bandara Makassar," jelas Paman Farhan, Herman H Wahyu, kepada Tribun-Timur.com, Minggu sekitar pukul 16.55 Wita sore. (Tribun Trends/GPS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Pitri-kakak-Kopilot-Farhan-Gunawan-ungkap-smartwatch-adiknya-catat-pergerakan-langkah-kaki.jpg)