Tak Menyesal Tayangkan Mens Rea di Netflix, Pandji Pragiwaksono: Gue Tahu Ada yang Suka dan Enggak - Kompas
Tak Menyesal Tayangkan Mens Rea di Netflix, Pandji Pragiwaksono: Gue Tahu Ada yang Suka dan Enggak

JAKARTA, KOMPAS.com – Komika sekaligus artis peran Pandji Pragiwaksono mengaku tidak menyesal menayangkan spesial show bertajuk Mens Rea di Netflix.
Pandji menyadari sejak awal bahwa materi stand up comedy yang dibawakannya dalam Mens Rea tidak akan disukai oleh semua pihak.
“Gue sudah tahu pasti akan ada yang suka dan akan ada yang enggak suka. Itu sangat biasa,” kata Pandji dalam siaran langsung di akun Instagram-nya, Jumat (9/1/2026).
Ia menuturkan, sejak awal pembuatan Mens Rea, dirinya memang bercita-cita agar pertunjukan tersebut dapat ditonton oleh sebanyak mungkin orang melalui platform Netflix.
“Karena dari gue bikin Mens Rea, gue bercita-cita supaya sebanyak-banyaknya orang yang nonton Mens Rea,” tutur Pandji.
Pandji kembali menegaskan bahwa ia sama sekali tidak menyesali keputusannya tersebut. Bahkan, ia mengaku merasa sangat senang dengan penayangan Mens Rea di Netflix.
“Tapi gue sama sekali enggak menyesal. Gue bahkan happy, happy banget, sangat happy. Positifnya jauh lebih besar dari negatifnya,” ujar Pandji.
Sebelumnya, Pandji dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah terkait materi pertunjukan komedi Mens Rea.
Laporan tersebut dilayangkan pada Rabu (7/1/2026) dengan dugaan pencemaran nama baik.
Pelapor turut menyerahkan sejumlah barang bukti berupa rekaman serta materi yang disampaikan Pandji melalui salah satu platform digital saat pertunjukan berlangsung.
Materi tersebut dinilai mengandung unsur yang merendahkan dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Mens Rea Tayang di Netflix
Mens Rea mulai tayang di Netflix sejak 27 Desember 2025 dan ditayangkan tanpa sensor sehingga dapat disaksikan secara penuh oleh penonton.
Dalam spesial show tersebut, Pandji menjadikan panggung sebagai ruang untuk membahas berbagai isu sosial dan politik terkini dengan gaya observasi yang tajam dan berani.
Ia menyoroti carut-marut perpolitikan pasca-Pemilu 2024, mengkritisi perilaku pejabat publik, hingga menyinggung sejumlah tokoh besar yang kerap dianggap tabu untuk dibahas secara terbuka.
Materi yang dibawakan dinilai relevan dengan kondisi demokrasi Indonesia, dibalut komedi satire yang tidak hanya mengundang tawa, tetapi juga mengajak penonton untuk berpikir.