0
News
    Home Amerika Serikat Berita Drone Dunia Internasional Featured Iran Spesial

    Tentara Iran Sudah Dibekali 1.000 Drone Baru, Janji Berikan Respons Menghancurkan pada AS - SINDOnews

    5 min read

      

    Tentara Iran Sudah Dibekali 1.000 Drone Baru, Janji Berikan Respons Menghancurkan pada AS


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Jum'at, 30 Januari 2026 - 07:03 WIB


    Tentara Iran sudah dibekali 1.000 drone baru, berjanji akan memberikan respons menghancurkan pada AS jika perang besar pecah. Foto/WANA

    TEHERAN - Sebanyak 1.000 UAV atau drone baru telah diterima oleh berbagai cabang Angkatan Darat Iran ketika negara itu telah di ambang perang dengan Amerika Serikat (AS).

    Pasokan drone sebanyak itu diterima ketika Presiden AS Donald Trump mengancam akan meluncurkan serangan jika Teheran menolak membuat kesepakatan tentang program nuklirnya.

    “Sesuai dengan ancaman yang ada, Angkatan Darat mempertahankan dan meningkatkan keunggulan strategisnya untuk pertempuran cepat dan memberikan respons yang menghancurkan terhadap setiap agresor,” kata Panglima Angkatan Darat Brigadir Jenderal Amir Hatami, sebagaimana dikutip dari Tasnim News, Jumat (30/1/2026).

    Baca Juga: Ini 19 Pangkalan AS di Timur Tengah Target Empuk Rudal Iran

    Laporan Tasnim News menyatakan bahwa penambahan drone baru ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan operasional keempat cabang Angkatan Darat Iran.

    Disebutkan pula bahwa drone-drone tersebut dikembangkan oleh spesialis Angkatan Darat bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan. “Berdasarkan ancaman yang muncul dan pelajaran yang dipetik dari perang 12 hari yang diberlakukan pada Juni 2025.”

    “UAV telah dirancang dalam kategori destruktif, ofensif, pengintaian, dan peperangan elektronik, dengan kemampuan untuk menargetkan sasaran tetap dan bergerak tertentu di seluruh wilayah darat, laut, dan udara," imbuh laporan tersebut.

    Sejak Iran melancarkan penindakan terhadap protes yang disertai dengan pemadaman internet, Presiden Trump telah memberikan sinyal yang beragam tentang kemungkinan intervensi militer. Situasi di rezim Iran tetap tegang.

    Washington sebelumnya bergabung dengan perang 12 hari Israel melawan Iran pada bulan Juni 2025 yang bertujuan untuk melemahkan program nuklir dan rudal balistik Teheran.

    Sementara itu, juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, memperingatkan bahwa respons Teheran terhadap tindakan AS apa pun tidak akan terbatas—seperti pada Juni tahun lalu ketika pesawat dan rudal Amerika sempat bergabung dalam perang udara singkat Israel melawan Iran—tetapi akan menjadi respons yang tegas "yang diberikan secara instan."

    "Kapal induk AS memiliki kerentanan serius dan bahwa banyak pangkalan Amerika di wilayah Teluk berada dalam jangkauan rudal jarak menengah kami," ujarnya yang disiarkan televisi pemerintah.

    "Jika kesalahan perhitungan seperti itu dilakukan oleh Amerika, itu tentu tidak akan terjadi seperti yang dibayangkan [Presiden AS Donald] Trump —melakukan operasi cepat dan kemudian, dua jam kemudian, mencuit bahwa operasi telah selesai," katanya.

    (mas)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    13 Rudal dan Drone Iran...

    13 Rudal dan Drone Iran yang Bisa Hancurkan Pangkalan AS

    Komentar
    Additional JS