Tidak Cuma Sembako, Cangkul hingga Sekop juga Dikirim ke Lokasi Longsor Cisarua - Liputan6
Tidak Cuma Sembako, Cangkul hingga Sekop juga Dikirim ke Lokasi Longsor Cisarua
Liputan6.com, Jakarta - Bantuan dari sejumlah pihak ke lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus berdatangan. Selain sembako, bantuan juga terdiri dari kantong jenazah hingga cangkul.
"Minggu, 25 Januari 2026 kami akan kembali lagi untuk melihat kebutuhan logistik atau dapur umum, berapa KK dan jiwa yang terdampak serta berapa kebutuhan dapur umum selama masa pengungsian dan pencarian," kata Kepala Dinsos Kota Bandung Yorisa Sativa di Bandung, Minggu (25/1/2026).
Yorisa mengatakan telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, untuk menyamakan data dan kebutuhan yang diperlukan warga terdampak.
Yorisa mengungkapkan, proses pendataan masih terus berlangsung. Pendataan itu dilakukan bersama BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan) di Desa Pasirlangu Cisarua Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
"Setelah kami mendapatkan kabar, tim Dinsos Kota Bandung bersama Tagana membawa kebutuhan dasar seperti sandang dan pangan," kata Yorisa.
Dinsos Kota Bandung juga terus menggalang dukungan dari luar pemerintahan. Lembaga kesejahteraan sosial dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) di Kota Bandung turut dilibatkan untuk memperkuat bantuan kemanusiaan bagi warga Kabupaten Bandung Barat.
Rincian Bantuan Kemanusiaan
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bandung, Robby Darwan mengatakan, bantuan dikirimkan pada Sabtu 24 Januari 2026 petang ke KBB. Ia merinci, bantuan logistik yang dikirimkan antara lain 500 karung, 40 dus air mineral, 20 cangkul, 10 sekop, 75 selimut, serta 19 paket sembako.
Selain itu, BPBD Kota Bandung juga menyiapkan sarung tangan, kantong jenazah, serta perlengkapan kebutuhan higienis, meski jumlahnya terbatas.
"Sembako sudah kami kemas dalam paket, isinya lengkap," jelas Robby dalam siaran medianya.
BPBD Kota Bandung juga bermalam di lokasi bencana apabila dibutuhkan. Tim turut membawa perlengkapan tenda untuk mendukung operasional di lapangan.
"Kami melihat situasi di sana. Kalau memang harus membantu dengan menginap, kami siap bertenda dan menginap di lokasi," ujarnya.
Untuk tahap awal, BPBD Kota Bandung mengerahkan 10 personel. Selain itu, Robby menyebut kemungkinan adanya relawan dari Kota Bandung yang turut bergabung, meski jumlahnya masih dalam proses pendataan.
"Sementara ini kami bawa 10 personel, nanti mungkin akan ada relawan dari Kota Bandung juga tapi itu belum terinventarisir," ungkapnya.
Status Darurat Bencana
Sementara itu, Bupati Kabupaten Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail telah menetapkan status darurat bencana guna mempercepat proses pencarian korban serta penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.
“Saya tetapkan per hari ini darurat bencana, karena korban cukup banyak,” kata Jeje.
Ia menyampaikan, ke depan pemerintah daerah akan memperkuat langkah mitigasi bencana, mengingat wilayah Bandung Barat dan Jawa Barat secara umum merupakan kawasan rawan bencana alam.
Dengan penetapan status darurat tersebut, seluruh sumber daya daerah akan dimaksimalkan untuk penanganan korban serta upaya pencegahan bencana serupa.
“Kami akan melakukan koordinasi secara masif, terutama di daerah rawan seperti perbukitan dan tanah miring,” ujarnya.
