Trump Raup Untung Besar, Sukses Jual Minyak Venezuela 30 Persen Lebih Mahal - Tribunnews
Trump Raup Untung Besar, Sukses Jual Minyak Venezuela 30 Persen Lebih Mahal
Trump klaim AS raup untung besar usai jual minyak Venezuela 30% lebih mahal. Diskon menyempit, posisi tawar naik, peta geopolitik energi ikut berubah.
Ringkasan Berita:
- AS mengklaim berhasil menjual minyak Venezuela sekitar 30 persen lebih mahal setelah mengambil alih pengelolaan ekspor, berkat diskon harga yang menyempit.
- Dengan menguasai jalur ekspor dan memasarkan langsung ke pasar likuid seperti kilang Pantai Teluk AS, risiko sanksi dan logistik berkurang, minyak Venezuela bisa dijual mendekati harga pasar global.
- Strategi ini tidak hanya meningkatkan pendapatan penjualan minyak, tetapi juga memperkuat pengaruh AS di pasar energi global.
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa AS berhasil menjual minyak mentah Venezuela dengan harga sekitar 30 persen lebih tinggi.
Klaim tersebut disampaikan oleh Menteri Energi AS Chris Wright dalam sebuah acara di Asosiasi Energi AS pada Kamis (15/1/2026).
Wright mengatakan bahwa AS mampu mendapatkan keuntungan lebih besar ketika menjual minyak Venezuela di pasar global, dibandingkan dengan harga yang pernah dicapai Venezuela selama dipimpin Nicolás Maduro yang kini ditangkap oleh pasukan khusus AS akibat dugaan perdagangan narkoba.
“Kami mendapatkan harga jual sekitar 30 persen lebih tinggi ketika menjual barel minyak yang sama dibandingkan dengan harga jual tiga minggu lalu,” ujar Wright, tanpa merinci angka harga sebelum dan sesudah.
Strategi AS Jual Minyak Venezuela dengan Harga Lebih Tinggi
Dalam keterangan yang dikutip dari Reuters, Wright mengungkap bahwa penjualan minyak Venezuela oleh AS didorong oleh perubahan drastis dalam mekanisme pengelolaan minyak negara Amerika Selatan itu setelah intervensi militer dan perubahan pemerintahan.
Washington kini mengendalikan aliran ekspor minyak Venezuela dan memasarkan minyak tersebut langsung ke pasar global, termasuk ke kilang-kilang di Amerika Serikat.
Sebelum konflik dan penggulingan Maduro, Perusahaan Minyak Negara Venezuela (PDVSA) menjual minyak Venezuela jenis Merey-16 yang terkenal berat dibanderol dengan diskon lebih besar hingga 14 dolar AS per barel di bawah patokan Brent.
Diskon yang lebih dalam ini mencerminkan ketidakmampuan Caracas untuk menegosiasikan harga yang kompetitif di pasar global akibat tekanan hukum dan risiko pengiriman yang tinggi.
Namun setelah AS mengambil alih kontrol penjualan minyak, keadaan berubah.
Baca juga: AS Sita Kapal Tanker Keenam Terkait Venezuela di Laut Karibia, Caracas Segera Reformasi UU Minyak
Di bawah manajemen penjualan AS, minyak Venezuela yang ditawarkan untuk pengiriman ke Pantai Teluk AS kini hanya dijual dengan diskon sekitar 6 dolar AS per barel di bawah Brent, menunjukkan peningkatan posisi tawar di pasar komoditas global.
Strategi tersebut bisa dilakukan karena AS memiliki akses langsung ke pasar Pantai Teluk, di mana kilang-kilang besar mampu mengolah minyak berat Merey-16, meningkatkan minat pembeli yang selama ini menghadapi keterbatasan pasokan.
Hasil ini juga didorong oleh kerjasama perdagangan dan struktur pemasaran yang lebih efisien dibandingkan mekanisme ekspor sebelumnya.
Selain itu berkurangnya risiko sanksi dan hambatan logistik membuat minyak Venezuela dibeli dengan harga yang lebih mendekati harga acuan Brent, meskipun masih pada diskon karena pembeli tidak perlu menanggung risiko hukum atau biaya tambahan yang sebelumnya melekat pada minyak Venezuela sanksi.
Lebih lanjut di bawah kendali AS, minyak tersebut dipromosikan ke pasar yang lebih luas, termasuk kilang domestik dan jaringan global yang lebih stabil dan likuid.
Hal ini menempatkan minyak Venezuela dalam posisi tawar yang lebih kuat dibanding masa lalu ketika hanya tersedia melalui saluran yang penuh tantangan.
Dengan kemampuan menjual ke pasar yang lebih likuid dan stabil seperti Pantai Teluk AS, serta berkurangnya hambatan sanksi yang sebelumnya menekan nilai jual, AS berhasil memaksimalkan keuntungan dari minyak yang sama yang dulu harganya jauh lebih rendah di pasar global.
Siapa Pembeli Minyak Venezuela yang Dijual AS?
Berikut beberapa pihak dan pasar yang menjadi pembeli utama atau terkait dalam penjualan minyak Venezuela oleh AS:
1. Kilang-kilang di Amerika Serikat
Banyak kilang di kawasan Pantai Teluk (Gulf Coast) AS memiliki kemampuan untuk mengolah jenis minyak mentah berat Venezuela.
Dengan kontrol langsung atas pasokan, AS dapat memasok minyak ini ke kilang dalam negeri atau menjual ke pembeli internasional melalui lelang atau perantara.
2. Perusahaan dan Trader Energi Multinasional
Beberapa perusahaan besar di sektor energi termasuk perusahaan trading minyak global seperti Vitol dan Trafigura telah terlibat dalam penjualan awal minyak Venezuela setelah pengambilalihan aset oleh AS.
Mengutip dari Financial Times, kedua perusahaan itu disebut mendapatkan kontrak penjualan senilai ratusan juta dolar setelah proses lelang, kemudian menjual ke pasar lain atau kilang sesuai mekanisme pasar internasional.
3. Pihak yang Mendapat Lisensi Ekspor
Beberapa perusahaan Eropa seperti Repsol dan Maurel & Prom dilaporkan mengajukan izin khusus di AS untuk dapat mengekspor minyak Venezuela, meskipun proses lisensi masih berlangsung.
Ini menunjukkan minat kuat dari pelaku industri global terhadap minyak Venezuela melalui saluran Amerika.
4. Pembeli Global Lain yang Memenuhi Syarat Regulasi AS
Meskipun China dan India pernah menjadi pasar besar bagi minyak Venezuela sebelum sanksi, blokade dan pengendalian AS membuat pasokan ke pembeli Asia turun drastis.
Namun, dengan kondisi baru, pembeli internasional yang mematuhi aturan AS dapat berpartisipasi dalam pasar baru ini melalui mekanisme lisensi.
(Tribunnews.com / Namira)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Penampakan-kota-Teheran.jpg)