0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Kherson Konflik Rusia Ukraina Rusia Spesial Ukraina

    Ukraina Bantah Rusia soal Serangan Mematikan di Kherson: Kami Targetkan Militer - Tribunnews

    13 min read

      

    Ukraina Bantah Rusia soal Serangan Mematikan di Kherson: Kami Targetkan Militer - Tribunnews.com

    Editor: Febri Prasetyo

    Website Presiden Ukraina
    ZELENSKYY BERPIDATO - Foto diunduh dari laman Presiden Ukraina, Jumat (19/12/2025). Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara dalam KTT Eropa di Brussels, Belgia pada Kamis (18/12/2025), yang membahas upaya Eropa untuk mendanai Ukraina dengan menggunakan aset Rusia yang disita. -- Ukraina membantah Rusia soal serangan mematikan di wilayah Kherson yang diduduki, sebut mereka hanya menargetkan militer Rusia. 
    Ringkasan Berita:
    • Militer Ukraina membantah Rusia soal serangan mematikan di wilayah Kherson yang diduduki, menegaskan mereka hanya menargetkan militer Rusia.
    • Pejabat Rusia di Kherson mengatakan Ukraina meluncurkan drone ke Kherson pada Kamis malam, menewaskan setidaknya 24 warga sipil dan melukai 50 lainnya.
    • Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.409 ketika Rusia dan Ukraina saling tuduh soal serangan di Kherson.

    TRIBUNNEWS.COM - Ukraina menanggapi tuduhan Rusia mengenai serangan di Kota KhersonUkraina, yang diduduki Rusia.

    Juru bicara Staf Umum Ukraina, Dmytro Lykhovii, menyatakan informasi serangan malam 1 Januari 2026 yang dirilis pihaknya sudah lengkap, menegaskan Ukraina hanya menargetkan sasaran militer dan energi.

    Ia menuduh Rusia menyebarkan disinformasi untuk memengaruhi opini internasional dan negosiasi perdamaian.

    Pernyataan ini menanggapi klaim otoritas pendudukan Kherson yang menyebut serangan drone mengenai kafe dan hotel di Khorly hingga menewaskan warga sipil.

    "Pasukan Pertahanan Ukraina mematuhi norma-norma Hukum Kemanusiaan Internasional. Mereka menyerang secara eksklusif sasaran militer Rusia, fasilitas kompleks bahan bakar dan energi Rusia, dan sasaran sah lainnya," kata Dmytro Lykhovii, Kamis (1/1/2026).

    "Sebaliknya, para propagandis Rusia dan kepemimpinan militer-politik Federasi Rusia telah berulang kali menggunakan disinformasi dan pernyataan palsu, khususnya dengan tujuan memengaruhi mitra internasional Ukraina dan jalannya negosiasi perdamaian," tambahnya.

    Sebelumnya, Pasukan Pertahanan Selatan melaporkan bahwa pasukan pertahanan Ukraina menghancurkan kompleks rudal dan senjata anti-pesawat Rusia "Tunguska" di wilayah Kherson.

    Tiga unit Pasukan Pertahanan ikut serta dalam penghancuran peralatan tersebut.

    Sebelumnya, pejabat Rusia yang dipasang di Kherson yang diduduki, menuduh Ukraina meluncurkan serangan mematikan selama perayaan Tahun Baru terhadap sebuah hotel pada Kamis.

    Pejabat Rusia melaporkan setidaknya 24 orang tewas, termasuk seorang anak laki-laki berusia lima tahun, dan lebih dari 50 orang terluka.

    "Serangan itu terjadi sesaat sebelum tengah malam setelah sebuah pesawat tak berawak pengintai mengamati area tersebut," kata Vladimir Saldo, Gubernur Kherson yang dipasang Rusia, dalam sebuah unggahan di Telegram pada hari Kamis.

    Ia mengatakan tiga pesawat tak berawak kemudian menghantam tempat yang ramai tersebut, memicu kebakaran besar yang menghanguskan bangunan.

    Salah satu pesawat tak berawak dilaporkan membawa campuran bahan pembakar.

    Rusia mengatakan para korban adalah warga sipil yang merayakan Tahun Baru dan menegaskan tidak ada target militer yang hadir, lapor Russia Today.

    Info Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

    Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.409 pada Jumat (2/1/2026).

    Perang skala besar antara Rusia dan Ukraina dimulai ketika Presiden Rusia Vladimir Putin meluncurkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

    Konflik ini berakar dari sejarah panjang setelah runtuhnya Uni Soviet, ketika Rusia dan Ukraina berdiri sebagai negara merdeka.

    Ukraina, yang dekat dengan Rusia secara geografis, historis dan budaya, secara bertahap mempererat hubungan dengan negara-negara Barat dan menyatakan keinginan bergabung dengan NATO dan Uni Eropa, sebuah langkah yang dianggap sebagai ancaman terhadap Rusia.

    Ketegangan meningkat setelah Revolusi Maidan pada 2014 yang berujung pada jatuhnya presiden Ukraina yang dinilai dekat dengan Rusia, disusul dengan aneksasi Krimea oleh Rusia, serta konflik di Donbas antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Rusia.

    Berbagai upaya diplomasi gagal menghasilkan perdamaian jangka panjang, hingga Putin memerintahkan serangan militer besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022.

    Rusia menyebut invasi itu sebagai “operasi militer khusus”, dengan dalih melindungi warga di Donbas, mengatasi ancaman keamanan dari Ukraina, serta menolak perluasan NATO ke Eropa Timur.

    Sebagai respons, negara-negara Barat mendukung Ukraina dengan menjatuhkan sanksi ekonomi ketat terhadap Rusia dan meningkatkan bantuan militer serta ekonomi kepada Ukraina

    Di tengah perang yang masih berlangsung, Amerika Serikat (AS) dan negara Barat berupaya menengahi perundingan antara Rusia dan Ukraina, berikut perkembangan terbaru dari berbagai sumber.

    • Rusia Desak PBB untuk Mengutuk Serangan Ukraina

    Duta Besar Rusia untuk PBB di Jenewa, Gennady Gatilov, mengkritik "keheningan" Barat terhadap serangan Ukraina di wilayah Kherson yang diduduki.

    Menurutnya, itu sama saja dengan keterlibatan terang-terangan dalam serangan yang terjadi sesaat sebelum pergantian Tahun Baru di desa Khorly, yang melibatkan beberapa drone.

    Ia mendesak Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, dan badan-badan PBB terkait secara terbuka mengutuk serangan di wilayah Kherson yang diduduki.

    “Kami dengan tegas mengutuk tindakan barbar yang keterlaluan ini oleh Zelensky dan kelompoknya, yang telah lama berubah menjadi monster haus darah,” kata Gennady Gatilov, Kamis.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, juga menuduh Barat "menutup mata" terhadap serangan Ukraina.

    • Ukraina Rekayasa Kematian Perwira Tinggi Rusia yang Membelot ke Kyiv

    Ukraina merekayasa kematian seorang perwira tinggi Rusia yang bertempur di pihak Kyiv untuk pembunuhannya yang direncanakan oleh Moskow.

    Intelijen Militer Ukraina (GUR) mengatakan mereka berhasil menipu orang-orang yang terlibat dalam rencana tersebut dan merekayasa kematian Denis Kapustin, komandan Korps Sukarelawan Rusia (RDK), yang menjadi target Rusia.

    GUR mengatakan tipu daya tersebut bahkan menghasilkan hadiah sebesar 500.000 USD dari Rusia untuk "pembunuhan" Denis Kapustin, pemimpin Korps Sukarelawan Rusia dan "Unit Khusus Timur", yang telah mengumumkan pada hari Sabtu (27/12/2025) bahwa Kapustin tewas di garis depan.

    Pada 1 Januari 2026, Kapustin muncul melalui tautan video dalam sebuah pengarahan bersama Kepala GUR, Kirill Budanov. 

    "Pembunuhannya diperintahkan oleh dinas khusus Rusia, yang mengalokasikan setengah juta dolar untuk melaksanakan kejahatan tersebut… Sebagai hasil dari operasi khusus yang komprehensif, (nyawanya) diselamatkan, dan lingkaran individu yang terlibat telah diidentifikasi: dalang di dalam dinas khusus Rusia dan para pelakunya,” menurut GUR dan unit Timur.

    “Pihak kami juga menerima sejumlah dana yang dialokasikan oleh badan intelijen Rusia untuk pelaksanaan kejahatan ini," kata unit Timur.

    Kirill Budanov menerima laporan dari komandan unit khusus "Timur" dan Denis Kapustin sendiri, yang tampil di siaran melalui tautan video.

    “Pertama-tama, Tuan Denis, saya mengucapkan selamat atas kembalinya Anda ke kehidupan. Ini selalu menyenangkan. Saya senang bahwa dana yang diterima dari perintah pembunuhan Anda digunakan untuk membantu perjuangan kami," kata Kirill Budanov, dikutip dari The Guardian.

    Denis Kapustin sendiri menegaskan bahwa "ketidakhadirannya" sementara tidak menghalangi unit tersebut untuk melaksanakan misi tempur, dan dia sudah siap untuk kembali ke garis depan.

    Menurut kantor berita AFP, Kapustin memiliki masa lalu yang kontroversial yang terkait dengan sayap kanan ekstrem dan hooliganisme sepak bola, dan beberapa anggotanya telah menyuarakan pandangan neo-Nazi.

    • Ukraina Menyerang Target Energi Rusia

    Pejabat setempat mengatakan drone Ukraina menyerang target energi dan industri di seluruh wilayah Rusia, Krasnodar, Tatarstan, dan Kaluga, pada Kamis malam.

    Serangan tersebut menyebabkan kebakaran di kilang minyak Ilskiy di Krasnodar; di fasilitas penyimpanan energi di kota Almetyevsk, di wilayah Sungai Volga Tatarstan; dan di fasilitas industri di kota Lyudinovo, di wilayah Kaluga, barat daya Moskow.

    Militer Ukraina mengonfirmasi telah menyerang fasilitas di Krasnodar dan Tatarstan.

    (Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

    Turkmenistan Resmi Legalkan Penambangan dan Bursa Mata Uang Kripto
    Komentar
    Additional JS