Viral Menteri Malaysia Sebut Stress Kerja Bisa Membuat Seseorang Jadi Gay - Viva
Viral Menteri Malaysia Sebut Stress Kerja Bisa Membuat Seseorang Jadi Gay
Malaysia, VIVA – Stress akibat pekerjaan, pengaruh lingkungan sosial serta kurangnya pemahaman terhadap agama dapat menyebabkan seseorang terjerumus ke dalam gaya hidup LGBT. Hal ini disampaikan oleh seorang menteri Malaysia dari Departemen Perdana Menteri (Urusan Agama), Dr. Zulkifli Hasan.
Pernyataan Zulkifli ini muncul sebagai tanggapan atas pertanyaan anggota parlemen Malaysia, Siti Zailah Mohd Yusoff. Saat itu, Senin 26 Januari 2026 dalam sidang parlemen, Siti Zailah sempat menanyakan data dan statistic terbaru terkait tren isu LGBTdi Malaysia. Termasuk soal faktor utama yang memengaruhi peningkatan kasus LGBT di negara tersebut.
Dalam jawabannya, Dr Zulkifli sempat mengutip sebuah penelitian di tahun 2017 yang dilakukan oleh Sulaiman dkk. Dalam penelitian itu menyebut bahwaada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi keterlibatan seseorang dalam gaya hidup LGBT.
Faktor-faktor tersebut antara lain pengaruh sosial, pengalaman seksual, stres kerja, serta faktor pribadi lainnya, sebagaimana dilaporkan media New Straits Times.
“Penelitian tersebut menekankan bahwa kombinasi dari berbagai unsur ini dapat berkontribusi pada berkembangnya perilaku terkait LGBT,” tulis Dr. Zulkifli dikutip dari laman AsiaOne, Kamis 29 Januari 2026.
Namun, ia menambahkan bahwa hingga kini belum ada statistik resmi mengenai jumlah populasi LGBT di Malaysia.
“Data menyeluruh mengenai jumlah individu LGBT di Malaysia masih sangat terbatas,” tulisnya.
Pernyataan tersebut terutama yang mengaitkan stres kerja dengan keterlibatan dalam komunitas LGBT memicu banyak perbincangan dan sindiran di dunia maya.
“Stres kerja bisa bikin orang jadi gay?” tulis seorang pengguna.
“Kalau pakai logika ini, jujur saja saya heran kenapa seluruh kantor saya belum jadi gay semua,” kata pengguna media sosial lain.
“Ya mungkin ada yang perlu bilang ke saya dan suami saya kalau setelah 25 tahun kerja di dunia korporat, kami mungkin sudah ‘berubah’ jadi gay, hanya saja belum sadar,” ujar komentar lainnya.
135 kasus penangkapan terkait LGBT sejak 2022
Menurut laporan The Star, dalam jawaban Dr. Zulkifli atas pertanyaan anggota parlemen lain, ia menyebutkan bahwa dalam empat tahun terakhir terdapat total 135 kasus yang melibatkan unsur LGBT dan berujung pada penangkapan.
Anggota parlemen Rosol Wahid juga menanyakan jumlah individu yang telah menjalani proses pemulihan agar tidak kembali terlibat dalam aktivitas LGBT.
Menanggapi hal itu, Dr. Zulkifli menyatakan bahwa pemerintah selalu memberi perhatian serius terhadap isu-isu yang berkaitan dengan Islam, khususnya dalam penegakan hukum pidana Syariah seperti kasus laki-laki yang menyerupai perempuan.
Ia menambahkan bahwa individu yang diduga terlibat tetapi tidak memiliki cukup bukti akan diberikan nasihat, konseling, atau diwajibkan mengikuti program penyadaran dan rehabilitasi, terkait perbuatan yang bertentangan dengan moral dan ajaran agama.