0
News
    Home Berita Featured IDAI Kesehatan Spesial Virus Nipah

    Waspada Virus Nipah, IDAI Minta Orang Tua Jaga Anak Jangan Sampai Makan Buah Bekas Kelelawar - Kompas TV

    3 min read

     

    Waspada Virus Nipah, IDAI Minta Orang Tua Jaga Anak Jangan Sampai Makan Buah Bekas Kelelawar



    Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso memberikan paparan pada seminar daring IDAI, Senin (1/12/2025). (Sumber: Pamela Sakina/Antara)

    JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua PP Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso mengimbau orang tua agar menjaga anak-anaknya di tengah risiko penyebaran virus Nipah.

    Menurut Piprim, orang tua perlu mengingatkan anak-anaknya untuk tidak mengonsumsi buah yang terdapat bekas gigitan kelelawar. Sebab, virus Nipah dikhawatirkan menular ke manusia melalui hewan, termasuk kelelawar.

    "Banyak juga kebiasaan kita, anak-anak memungut buah-buah yang bekas dimakan kelelawar karena malas manjat," kata Piprim dalam sebuah webinar yang digelar pada Kamis (29/1/2026).

    "Buah yang bekas kelelawar kadang-kadang juga dimakan. Kalau kelelawarnya mengandung virus nipah, maka ini bisa menularkan ke anak-anak kita."

    Baca Juga: Dinkes Batam Sebut Belum Ada Instruksi Khusus dari Kemenkes Soal Virus Nipah

    Piprim menuturkan saat ini belum ada vaksinasi atau pengobatan yang spesifik untuk orang yang terjangkit virus Nipah. Virus ini pun berbahaya karena bisa menimbulkan peradangan otak dan menyerang sistem pertahanan tubuh jika tidak ditangani cepat.

    Ia menyebut salah satu upaya untuk mencegah virus Nipah yang bisa dilakukan adalah menggiatkan kebiasaan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) yang menjadi salah satu kunci pencegahan gejala infeksi virus.

    “Jadi, ini memang salah satu penyakit yang cukup serius, dan belum ada obat maupun vaksinnya. Oleh karena itu, PHBS menjadi salah satu kunci utama, perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya dikutip Antara.

    Lebih lanjut, Piprim mengatakan penting bagi orang tua untuk mengenali gejala virus Nipah. Terlebih lagi, gejala infeksi virus tersebut menyerupai infeksi virus biasa seperti demam dan nyeri.

    Adapun virus Nipah sejauh ini dikonfirmasi tidak terdeteksi di Indonesia. Virus tersebut diketahui memiliki tingkat fatalitas tinggi hingga mencapai 75 persen.

    Baca Juga: Antisipasi Virus Nipah, Anggota DPR Minta Pemerintah Perkuat Deteksi Dini di Bandara dan Pelabuhan


    Komentar
    Additional JS