0
News
    Home Berita Featured Kasus Kawah Ijen Lintas Peristiwa Muhammad Dzikri Maulana Spesial

    2 Hari Hilang di TWA Kawah Ijen, Dzikri Ditemukan Selamat di Tebing yang Rimbun - Kompas

    7 min read

     

    2 Hari Hilang di TWA Kawah Ijen, Dzikri Ditemukan Selamat di Tebing yang Rimbun

    BANYUWANGI, KOMPAS.com - Tim SAR gabungan berhasil menemukan Muhammad Dzikri Maulana (16), pendaki Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen yang sebelumnya dilaporkan hilang pada Rabu (18/2/2026).

    Dzikri ditemukan dalam keadaan lemas di area tebing yang berjarak sekitar 890 meter dari titik ia terakhir terlihat pada Kamis (19/2/2026).

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Peristiwa hilangnya Dzikri bermula saat keluarganya melapor bahwa ia tidak kembali bersama rombongannya setelah melakukan pendakian di kawasan TWA Kawah Ijen.

    Baca juga: Pendaki TWA Kawah Ijen yang Hilang Ditemukan di Tebing, Begini Kondisinya

    Laporan itu segera ditindaklanjuti petugas dengan koordinasi lintas unsur untuk melakukan pencarian di sejumlah titik yang dinilai rawan. Hingga akhirnya, Dzikri berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi selamat.

    Trump Puji Prabowo di KTT Board of Peace di AS

    Berikut rangkaian peristiwa sejak Dzikri dilaporkan hilang hingga ditemukan:

    Mendaki bersama 4 teman

    Kepala TWA Kawah Ijen, Rusdi Santoso mengatakan, Dzikri mendaki bersama empat teman lainnya yang berasal dari satu pondok. Dua orang termasuk Dzikri mendaki, sementara tiga orang lainnya menaiki troli pada pukul 02.00 WIB.

    Baca juga: TWA Kawah Ijen Ditutup Selama Operasi Pencarian Pendaki yang Hilang

    Sesampainya di kawah, kelima anak itu beristirahat. Tepatnya di pertigaan jalan menuju kawah dan sunrise point.

    "Berdasarkan keterangan teman korban, korban sudah tidak ada ketika mereka selesai istirahat," kata Rusdi.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Keluarga membuat laporan

    Dzikri masih hilang, namun teman-temannya turun ke pos Paltuding dan pulang ke rumah masing-masing tanpa melapor ke petugas.

    Baca juga: Kronologi Penemuan Jasad Siswa SMP di Kampung Gajah, Korban Sempat Direkayasa Diculik

    Laporan baru diterima dari keluarga Dzikri yang melaporkan bahwa remaja warga Desa Tamansari, Kecamatan Licin tersebut tak pulang ke rumahnya.

    Setelah mendapatkan laporan tersebut, petugas jaga segera berkoordinasi dengan tim terkait untuk melakukan operasi pencarian.

    Tim SAR gabungan melakukan pencarian

    Tim SAR gabungan menyisir jalur pendakian dan titik terakhir Dzikri terlihat. Namun, karena cuaca buruk dan kabut tebal, pencarian sulit dilakukan dan operasi hari pertama ditutup tanpa hasil.

    Baca juga: Kronologi Pembunuhan Pelajar SMPN 26 Bandung oleh Teman Sendiri, Sakit Hati hingga Ancaman Hukuman Mati

    Operasi pencarian hari kedua, jalur pendakian TWA Kawah Ijen juga ditutup, area pencarian diperluas dan melibatkan lebih banyak orang yang dibagi dalam dua search and rescue unit (SRU).

    Dalam kondisi hujan ringan, operasi pencarian juga didukung dengan drone thermal dan peralatan jungle rescue untuk menyisir jalur utama hingga area rawan.

    Ditemukan lemas di area tebing

    Dzikri akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi lemas di area tebing dengan radial 6,7 derajat yang berjarak 890 meter dari lokasi kejadian perkara (LKP).

    Baca juga: Kasatpol PP Sambas Meninggal Dunia Usai Selamatkan Anaknya yang Tenggelam di Pantai Temajuk

    Saat ditemukan, Dzikri berada di balik rimbunnya tanaman cantigi dan pakis gunung. Petugas harus berupaya keras untuk menembus rapatnya tanaman gunung itu agar dapat menjangkau Dzikri.

    Setelah berhasil dijangkau, ia kemudian mendapatkan pertolongan pertama berupa asupan air minum dan buah-buahan untuk membantunya pulih.

    Operasi pencarian ditutup

    Setelah ditemukan selamat, Dzikri kemudian dievakuasi ke pos Paltuding dan dirujuk ke Puskesmas Licin untuk mendapatkan penanganan medis dan dengan demikian operasi pencarian ditutup.

    Baca juga: Seorang Remaja Terseret Ombak Pantai Camara Pandeglang, Pencarian Memasuki Hari Kedua

    Atas insiden tersebut, Kepala Kantor SAR Banyuwangi I Made Oka Astawa mengimbau agar para pendaki agar selalu mematuhi prosedur keselamatan, tidak terpisah dari rombongan.

    "Pendaki juga kami imbau untuk memperhatikan kondisi cuaca saat melakukan pendakian," pesan Oka.

    Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas pendakian memerlukan persiapan matang dan kewaspadaan. Pihak pengelola juga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di kawasan TWA Kawah Ijen.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS