0
News
    Home Berita Featured Spesial SPPG

    24.000 SPPG Sudah Dibangun, Bakal Dapat Insentif Rp 144 Juta per Bulan - Kompas

    4 min read

     

    24.000 SPPG Sudah Dibangun, Bakal Dapat Insentif Rp 144 Juta per Bulan


    Firda Janati,
    Danu Damarjati

    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat hingga saat ini sudah ada 24.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebar di seluruh Indonesia dari Sabang-Merauke.

    Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut, pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis melalui skema kemitraan ini dinilai mempermudah sekaligus mempercepat implementasi program di lapangan.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    "Dengan kemitraan yang kami lakukan ini membuahkan dan mempermudah Program Makan Bergizi, sehingga hari ini di seluruh Indonesia sudah ada 24.000 SPPG dari Sabang sampai Marauke," ujar Dadan dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).

    Baca juga: ICW Minta KPK Pantau 1.179 SPPG Polri

    Insentif SPPG

    Dadan menuturkan, ribuan SPPG tersebut bakal mendapatkan insentif sebesar Rp 144 juta per bulannya atau sekitar Rp 6 juta per hari.

    Warga Non Muslim Juga Antusias “War Takjil” di Benhil

    "Dari sisi efisiensi anggaran, BGN memberikan insentif sebesar Rp 6 juta per hari untuk setiap SPPG atau sekitar Rp 144 juta per bulan," ucapnya.

    Baca juga: Ini Aturan BGN soal Insentif Rp 6 Juta per Hari untuk SPPG

    Ia menyebut, skema ini dinilai jauh lebih efisien dibandingkan apabila pemerintah harus membangun dan mengelola seluruh fasilitas secara mandiri.

    Lebih lanjut, BGN menekankan bahwa faktor waktu dan kecepatan pelaksanaan menjadi kunci keberhasilan program ini.

    "Yang paling berharga dari proses kemitraan dan saya kira ini harus dihargai oleh negara kepada semua pihak yang turut membangun adalah the winning of time yaitu kecepatan waktu," tuturnya.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


    Menurut Dadan, waktu merupakan salah satu faktor di dunia ini yang tidak dapat dikembalikan, bersifat irreversible, dan berjalan satu arah.

    "Dalam pelaksanaan program MBG, apabila tidak dijalankan dengan kecepatan tinggi, saya kira semua pihak akan sangat merugi," kata Dadan.

    Karena itu, Dadan menegaskan bahwa percepatan pembangunan dan penguatan kemitraan merupakan strategi utama untuk memastikan seluruh target nasional dapat tercapai tepat waktu dan berkelanjutan.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS